desain sukseskan kukar idaman terbaik

Rapat Akbar Erau 2026 Digelar, Bupati Kukar Pastikan Mitigasi Listrik hingga Kualitas Udara

whatsapp image 2026 09 16 at 09.16.34
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memimpin rapat akbar persiapan Erau Adat Kutai 2026 (Ln/Kaltimvoice).

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memimpin rapat akbar persiapan Erau Adat Kutai 2026 untuk memastikan seluruh rangkaian festival budaya berlangsung aman dan lancar pada 20–28 September 2026.

Rapat yang digelar di Tenggarong, Selasa (15/9/2026), melibatkan perangkat daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta berbagai instansi pendukung pelaksanaan Erau.
Aulia menegaskan Erau bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang menjadi milik seluruh masyarakat Kutai Kartanegara.
“Erau adalah milik seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui kegiatan ini kita menjaga adat istiadat dan budaya, sehingga seluruh rangkaian harus berjalan dengan baik dan didukung semua pihak,” ujarnya.

Ia memastikan tidak ada perubahan pada rangkaian acara, baik prosesi sakral maupun kegiatan seremonial. Seluruh agenda tetap mengacu pada perencanaan awal dan pola pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Dari sisi tamu kehormatan, Kementerian Pariwisata telah mengonfirmasi kehadiran perwakilan, sementara kehadiran Menteri Pariwisata masih diupayakan melalui koordinasi lanjutan. Pemerintah Kabupaten Kukar juga masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Kebudayaan.

Menjelang pembukaan Erau, pemerintah turut memantau kualitas udara di Tenggarong di tengah musim kemarau. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi saat ini masih dinilai layak untuk pelaksanaan kegiatan luar ruangan.
Aulia juga mengakui kekeringan berpotensi memengaruhi pasokan listrik dan layanan PDAM. Karena itu, panitia telah menyiapkan skenario mitigasi berlapis, mulai dari Plan A hingga Plan D, untuk mengantisipasi gangguan selama festival berlangsung.

“Mitigasi sudah kami siapkan sejak awal. Jika terjadi pemadaman listrik atau kendala lain, seluruh pihak sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan,” tegasnya.
Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari dan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Timur.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *