merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bendungan Benanga Kering Sejak Akhir Juli, Pedagang Keluhkan Bau Sampah dan Sepinya Pengunjung

whatsapp image 2026 09 16 at 19.32.53
Kondisi aliran Bendungan Benanga Lempake yang mengering akibat kemarau, Rabu (16/9/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Bendungan Benanga Lempake, Samarinda Utara, belum diguyur hujan sejak akhir Juli 2026 dan kini mengalami kekeringan ekstrem.

Air yang tidak lagi mengalir membuat bau mulai mengganggu pedagang di sekitar bendungan, sementara sampah masih ditemukan dibuang warga ke aliran air.

Kepala Unit Pengelola Bendungan Benanga, Hayu Wardana, mengatakan hujan terakhir tercatat terjadi pada akhir Juli. Hingga Rabu (16/9/2026), belum ada hujan kembali yang cukup untuk mengisi Bendungan Lempake.

“Kondisi kering ini kita mencatat kemarin dari bulan Juli. Ada terjadi hujan terakhir kali di pertengahan Juli sampai sekarang belum ada hujan lagi di Bendungan Lempake. Memang kondisi sekarang sudah kekeringan ekstrem,” kata Hayu.

Kondisi tersebut mulai dirasakan pedagang yang beraktivitas di sekitar aliran bendungan. Nur Kasiyati (45) mengatakan air yang tidak mengalir membuat bau mulai terasa dan mengganggu aktivitasnya dalam sepekan terakhir.

“Ya agak terganggu sih, soalnya bau. Airnya enggak mengalir, otomatis,” ujar Nur.

Persoalan bau juga diperparah dengan masih adanya warga yang membuang sampah ke aliran bendungan. Ia mengaku aktivitas tersebut masih terjadi pada malam hari, bahkan hingga dini hari.

“Kalau malam kadang-kadang itu jam 1, jam 2 orang buang sampah. Dari mana-mana itu orang buang sampah,” katanya.

Padahal, larangan membuang sampah telah dipasang di sekitar aliran tersebut. Nur menyebut tulisan larangan itu dibuat pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tetapi masih ada warga yang tidak mengindahkannya.

“Makanya kadang-kadang orang PUPR itu ditulis, dilarang buang sampah di sungai,” ujarnya.

Kekeringan dan bau tersebut juga mulai memengaruhi aktivitas di sekitar lokasi. Nur mengatakan kegiatan berjualannya masih berjalan seperti biasa, tetapi warga yang datang untuk makan relatif jarang.

“Kalau jualan sih biasa saja. Jualan kadang ramai, kadang sepi. Kalau makan jarang ada,” tuturnya.

Nur berharap proyek yang tengah dikerjakan di kawasan tersebut segera diselesaikan, terutama untuk membantu memperlancar saluran air. Aliran yang kembali lancar setidaknya dapat mengurangi persoalan bau yang kini dirasakan di sekitar bendungan.

“Ini yang jelas proyek lah yang harapan kami mau cepat diselesaikan. Paling tidak saluran air itu biar lancar, yang bau-bau itu,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *