desain sukseskan kukar idaman terbaik

143 Tenaga Outsourcing Damkar Kukar Diperpanjang hingga Akhir 2026

4a22c170 ec22 438a b3ea 4d80b8614620
(Foto: Ln/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – 143 tenaga outsourcing yang bertugas pada layanan pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan tetap bekerja hingga akhir 2026.

Perpanjangan kontrak dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan ketersediaan anggaran untuk membiayai tenaga outsourcing tersebut.

Hal itu dibenarkan Kepala BKPSDM Kukar, Rendra Abadi. Menurutnya, kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya mendapat perintah langsung dari Bupati Aulia Rahman Basri untuk mengecek kondisi tenaga outsourcing Damkar, termasuk memastikan dukungan anggarannya.

“Untuk outsourcing yang di Damkar kemarin kami diperintahkan oleh Bapak Bupati untuk mengecek secara langsung terkait dengan outsourcing,” kata Rendra di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Jumat (18/9/2026).

Dari hasil pengecekan ini, Rendra memastikan anggaran untuk tenaga outsourcing Damkar tersedia hingga akhir tahun anggaran 2026. “Jadi, untuk anggaran outsourcing yang di Damkar itu insyaallah anggarannya tersedia sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.

Menurut Rendra, jumlah tenaga outsourcing Damkar yang akan diperpanjang mencapai 143 orang. Mereka merupakan tenaga yang selama ini menjalankan tugas di lapangan, termasuk dalam penanganan kebakaran dan karhutla di wilayah Kukar.

“143 yang outsourcing itu,” tegasnya.

Namun, Rendra belum menyebutkan besaran anggaran yang disiapkan untuk membiayai perpanjangan kontrak ini. Ia menjelaskan bahwa perhitungan nilai anggaran merupakan kewenangan organisasi perangkat daerah yang menangani Damkar bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kami cuma memastikan saja agar anggaran tersebut memang ada untuk sampai dengan akhir tahun,” jelasnya.

Kepastian perpanjangan kontrak tersebut tegas Rendra, juga berkaitan dengan masa kerja tenaga outsourcing Damkar yang sebelumnya berakhir pada Agustus 2026.

Rendra mengatakan, keberadaan tenaga outsourcing tersebut menjadi perhatian Bupati Aulia Rahman Basri karena mereka bekerja langsung di lapangan dan memiliki peran dalam penanganan kebakaran.

“Iya, jadi teman-teman outsourcing terutama yang Damkar, ya. Kita tahu bahwa mereka betul-betul bekerja di lapangan tentunya,” terangnya.

Ia menyebut kontrak tenaga outsourcing tersebut sebelumnya hanya berlaku sampai Agustus. Dengan adanya kepastian anggaran, masa kontrak akan kembali diperpanjang hingga penghujung tahun.

“Jadi, kontraknya kemarin itu sampai dengan di Agustus. Nah, kontraknya sampai di Agustus. Insyaallah akan diperpanjang lagi sampai dengan akhir tahun tentunya,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri juga telah memastikan perpanjangan kontrak tenaga outsourcing Damkar saat menanggapi keluhan pekerja di lapangan. Ia mengatakan bahwa persoalan tersebut telah ditindaklanjuti dengan meminta BKPSDM berkoordinasi dengan jajaran Damkar.

“Kita perpanjang. Saya sudah memerintahkan kepala BKPSDM berkoordinasi dengan bagian teman-teman di Damkar, Kepala Dinas Damkar dan jajaran terkait sudah disepakati itu untuk diperpanjang. No issue lah,” ujar Aulia, Selasa (15/9/2026).

Aulia mengatakan bahwa tenaga outsourcing Damkar tidak perlu mengkhawatirkan urusan administrasi terkait masa kontrak. Menurut dia, pekerja di lapangan harus tetap fokus menjalankan tugas utama mereka dalam menangani kebakaran.

“Kami sudah menyampaikan juga dengan teman-teman di lapangan, teman-teman fokus saja ke pemadaman api. Urusan administrasi ini biar kita yang tangani,” tuturnya.

Aulia menjelaskan, perpanjangan kontrak tidak dapat sekaligus dilakukan untuk beberapa tahun karena harus menyesuaikan dengan masa tahun anggaran. Karena itu, kontrak untuk saat ini diperpanjang hingga akhir 2026.

“Kalau itu kan enggak boleh melewati masa tahun anggaran. Ya, mau enggak mau kita perpanjang sampai akhir tahun. Nanti kita perpanjang lagi, perpanjang lagi,” paparnya.

Keberadaan tenaga Damkar menurut Aulia, sangat dibutuhkan, terutama melihat tugas mereka yang bersentuhan langsung dengan penanganan kebakaran di lapangan.

Ia bahkan meminta agar tenaga Damkar mendapat apresiasi karena harus berhadapan langsung dengan kondisi kebakaran dan bekerja menggunakan peralatan pemadaman di lapangan.

“Mereka kasihan, mereka di lapangan tuh pegang selang,” sebutnya.

Karena itu, ia menegaskan tenaga outsourcing Damkar sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan penanganan kebakaran.

“Jadi yang begini harus kita apresiasi, dan ya menurut hemat kami, mereka itu sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kukar,” tutupnya.

(Ln/Adv12/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *