KALTIMVOICE.ID, PENAJAM—Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus berupaya mengoptimalkan dampak positif dari hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) bagi kawasan sekitarnya. Pembangunan IKN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) diharapkan tidak hanya mempercepat pemerataan infrastruktur, tetapi juga memicu lompatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, menyampaikan bahwa cara pandang masyarakat dan pemerintah daerah harus mengerti betul mengenai implementasi kebijakan nasional terkait hadirnya IKN. Menurutnya, Otorita IKN (OIKN) saat ini fokus menyiapkan infrastruktur dan proses perpindahan ibu kota.
“Hadirnya IKN di wilayah KIPP membuat OIKN fokus menyiapkan infrastruktur dan perpindahan ibu kota. Dampaknya ke daerah sekitar, kami merasakan ada tapi belum signifikan,” ujar Tohar.
Meskipun dampak menyeluruh masih memerlukan waktu, percepatan pembangunan infrastruktur perhubungan sudah dirasakan secara nyata oleh warga setempat.
“Contoh soal, dulu dari Penajam mau ke Sepaku bisa 2,5 sampai 3 jam. Sekarang karena akses itu menjadi akses inti, saya ke Titik Nol hanya 1 jam 10 menit. Jalan ini nyambung sampai KM 38, lalu ada infrastruktur Jalan Tol IKN ke Balikpapan. Dan satu kebanggaan, kita tidak pernah punya mimpi punya bandara, tahu-tahu bandara VVIP itu berdiri full di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkapnya.
Tohar menekankan bahwa dampak lanjutan dari pembangunan IKN membutuhkan proses, di mana kemajuan daerah kelak akan ditandai oleh tingginya mobilisasi orang dan barang.
“Namun dampak ikutannya perlu waktu. Kemajuan daerah nanti ditandai dengan mobilisasi orang dan barang. Langkah konkret Pemkab untuk meningkatkan SDM: untuk anak usia sekolah, kita suport wajib belajar. Untuk masyarakat umum, Dinas Tenaga Kerja melakukan pelatihan kapasitas melalui BLK sesuai pasar. Untuk jenjang perguruan tinggi, Pemkab juga memberikan beasiswa di samping program beasiswa provinsi,” jelas Tohar.
Selain fokus pada pengembangan SDM, Pemkab PPU juga meluncurkan strategi terstruktur untuk mendorong pelaku UMKM lokal agar tidak sekadar bertahan, tetapi bisa naik kelas.
“Ada kebijakan terstruktur. Pertama, penyertaan dana ke perbankan untuk kredit Alsintan pertanian dengan bunga sangat murah (4%). Kedua, fasilitas Kredit UMKM. Ketiga, insentif ruang di Alun-alun Penajam Pasar Utara (Penyembalum). Setiap malam minggu dibuat kegiatan rutin sehingga dari awalnya 29 pelaku UMKM kini sudah berkembang menjadi ratusan UMKM. Kita juga minta Disperindagkop memfasilitasi produk UMKM agar masuk ke platform digital seperti Shopee dan Tokopedia,” pungkasnya.
(Adv26/diskominfoppu/udin.zacrez)