desain sukseskan kukar idaman terbaik

Kabut Asap Makin Pekat, Disdikbud Samarinda Alihkan Siswa Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini

whatsapp image 2026 09 17 at 12.52.56 (1)
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap membuat seluruh sekolah di Samarinda beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Kamis hingga Sabtu, 17–19 September 2026. Kebijakan ini diterapkan setelah asap mulai masuk ke wilayah kota dan kualitas udara yang sebelumnya sangat tidak sehat meningkat ke kategori berbahaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudzayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Desakan dari masyarakat dan sekolah juga ikut mendorong Disdikbud segera mengambil keputusan.

“Kemarin asap itu kan sudah masuk ke kota. Kita juga sudah menerima laporan, infografis dari BMKG, dari DLH, dari BPBD. Sampai kemarin sore itu banyak desakan masyarakat maupun sekolah,” ujar Ibnu kepada Kaltimvoice.id, Kamis (17/9/2026).

Disdikbud kemudian menggelar koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pada Rabu (16/9/2026) malam. Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi PJJ bagi seluruh jenjang pendidikan di Samarinda.

Surat edaran bernomor 400.3.5/9187/100.01/2026 itu ditandatangani Ibnu sekitar pukul 22.00 Wita dan langsung diedarkan kepada satuan pendidikan. Kebijakan berlaku untuk jenjang TK/PAUD/PNF/SKB, SD, hingga SMP negeri dan swasta.

“Rapat pukul 07.00 malam untuk menetapkan rencana PJJ mulai hari ini sampai hari Sabtu. Malam tadi pukul 10.00 malam saya tanda tangani surat itu yang langsung kita edarkan,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan digantikan pembelajaran daring. Sekolah juga diminta mengatur mekanisme PJJ, sementara guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan secara bergilir melalui skema work from office (WFO) maupun work from home (WFH).

Orang tua juga diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah selama pembelajaran daring berlangsung. Jika harus keluar rumah atau mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mereka diminta menggunakan masker yang layak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Keputusan PJJ ini diambil setelah kualitas udara Samarinda memburuk dalam dua hari terakhir. Pada Rabu, kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat, sementara pemantauan BMKG pada Kamis pagi menunjukkan konsentrasi partikulat halus mencapai 367,7 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya.

Lebih lanjut, Araby menegaskan Disdikbud belum menetapkan penghentian distribusi MBG karena keputusan tersebut berada di pihak BGN. Sekolah diminta menyesuaikan mekanisme distribusi dengan kondisi PJJ dan berkoordinasi langsung dengan BGN.

Mengenai kemungkinan PJJ diperpanjang, Disdikbud masih akan melihat perkembangan kualitas udara. Evaluasi akan dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama BMKG, DLH, dan BPBD.

“Kalau memang sampai hari Minggu masih, bisa saja. Tapi kita lihat situasi dan kondisi. Kita tetap koordinasi dengan BMKG, dengan DLH, dengan BPBD,” tandasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *