KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sebanyak 50 sekolah di Kota Samarinda diproyeksikan mendapat program rehabilitasi ringan pada 2026. Rinciannya, 35 sekolah dasar (SD) dan 15 sekolah menengah pertama (SMP) akan menjalani perbaikan sarana dan prasarana guna menjaga kelayakan proses belajar mengajar.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengatakan rehabilitasi yang direncanakan tahun depan masih difokuskan pada perbaikan ringan. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah belum dapat mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi berat, kecuali pada sekolah yang terdampak bencana.
Menurutnya, rehabilitasi ringan mencakup perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan ringan, seperti plafon, ruang kelas, maupun bagian bangunan lain yang memerlukan pembenahan agar tetap layak digunakan.
“Kalau rehabilitasi sekolah saat ini hanya rehabilitasi ringan. Rehabilitasi berat hanya dilakukan pada sekolah-sekolah yang terdampak bencana,” ujar Novan.
Ia menjelaskan, penanganan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana, seperti SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 Samarinda, saat ini telah memasuki tahap penyelesaian sehingga tidak lagi menjadi pekerjaan prioritas pada tahun anggaran berikutnya.
Di luar itu, pemerintah lebih memilih menyebarkan anggaran ke lebih banyak sekolah melalui perbaikan ringan dibanding memusatkan anggaran pada beberapa proyek rehabilitasi besar.
Novan menyebut kebutuhan rehabilitasi sebenarnya masih cukup besar, terutama di jenjang SD yang jumlah satuan pendidikannya jauh lebih banyak dibanding SMP. Karena itu, usulan perbaikan fasilitas SD juga mendominasi dalam rencana program tahun depan.
Meski demikian, ia mengakui jumlah sekolah yang masuk dalam program tersebut belum sepenuhnya mengakomodasi seluruh kebutuhan di lapangan. Pemerintah akan kembali menyesuaikan dengan kemampuan anggaran apabila terdapat tambahan alokasi pada tahun berjalan.
Selain itu, ia memastikan belum ada rencana rehabilitasi sekolah yang dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026. Seluruh program masih mengacu pada usulan yang telah disusun dalam perencanaan anggaran tahun depan.
“Kurang lebih ada 35 SD yang diproyeksikan dilakukan perbaikan ringan dan 15 SMP. Rata-rata renovasi ringan, seperti perbaikan plafon ataupun ruang belajar yang memang perlu diperbaiki,” tutup Novan. (mell/Adv30/dprdsamarinda)