desain sukseskan kukar idaman terbaik

Distransnaker Kukar Buka Peluang Pencaker Kota Bangun Jadi Wirausaha Lewat Pelatihan Meubelair

f2486012 0686 4b76 a6eb 417b0cbef63a
(Foto: Ln/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, KOTA BANGUN – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) membuka peluang bagi pencari kerja untuk mengembangkan usaha mandiri melalui pelatihan keterampilan, sebagai salah satu upaya menekan tingkat pengangguran terbuka.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja saja, tetapi juga memberikan peralatan usaha agar peserta dapat langsung memulai kegiatan produktif di sektor informal.

Salah satu program yang saat ini digencarkan Dinas Transnaker Kukar adalah pembekalan pertukangan meubelair di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun.

Kepala Dinas Transnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses kesempatan kerja, khususnya bagi tenaga kerja lokal yang belum terserap di sektor formal.

“Pertama, kita memang berusaha menurunkan tingkat pengangguran terbuka, tidak hanya berfokus pada sektor formal tapi juga sektor informal,” kata Dendy saat dihubungi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, tidak seluruh tenaga kerja lokal memiliki kesempatan untuk bekerja di sektor formal. Karena itu, pemerintah memberikan akses keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.

Program tersebut juga menyasar masyarakat yang masuk ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 5. Dendy berharap, pembekalan keterampilan yang dilanjutkan dengan bantuan usaha dapat meningkatkan kemampuan para peserta untuk memperoleh penghasilan sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Kukar.

“Harapannya dengan adanya pembekalan pelatihan dan pemberian bantuan usaha, bisa menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kukar,” harapnya.

Di Kota Bangun, pelatihan difokuskan pada pertukangan meubelair. Sebanyak 10 pencari kerja mengikuti pembekalan selama lima hari dengan materi pembuatan berbagai produk meubelair, seperti kursi dan meja.

Tidak berhenti pada pelatihan, masing-masing peserta juga mendapatkan peralatan yang dapat digunakan untuk memulai usaha. Bantuan tersebut berupa mesin router, mesin serut, circular saw atau gergaji mesin, serta mesin bor baterai.

Dendy mengatakan, pemberian peralatan inj menjadi bagian penting dari program agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan saja, tetapi juga memiliki sarana produksi untuk menjalankan usaha.

“Kita bukan hanya bekali keterampilannya selama lima hari, tapi juga kita berikan alat usahanya,” jelasnya.

Program ini diharapkan menghasilkan pencari kerja yang mampu menjadi wirausaha mandiri. Ketika usaha berkembang, peserta juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal lainnya.

Dinas Transnaker tegas dia, akan melakukan monitoring dan evaluasi pada bulan ketiga hingga keempat setelah pelatihan. Periode tersebut dinilai menjadi masa krusial untuk memastikan usaha peserta tetap berjalan dan berkelanjutan.

“Karena bulan ketiga sempai keempat adalah bulan-bulan krusial, di mana usaha itu lanjut atau tidak. Nah, di sini kita pastikan mereka bisa lanjut, kita akan lakukan monitoring dan evaluasi,” tegasnya.

Selain Kota Bangun yang diselenggarakan pada Kamis (1/10/2026), program perluasan kesempatan kerja tersebut sebelumnya juga telah dilaksanakan di Muara Wis pada Rabu (30/9/2026). Selanjutnya, akan dilaksanakan di Loa Kulu, Tenggarong dengan dua lokus di Mangkurawang, serta Sebulu.

(Ln/Adv43/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *