KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Seorang pekerja berinisial MK (55) ditemukan meninggal dunia di dalam kabin crane milik PT Suryanusa Permatabahari di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kamis (1/10/2026).
Korban yang telah bekerja di perusahaan tersebut selama hampir 11 tahun itu ditemukan setelah crane yang sebelumnya dihidupkan masih dalam kondisi menyala, tetapi tidak menunjukkan aktivitas seperti biasanya.
Manager Operasional PT Suryanusa Permatabahari, Dobby, mengatakan dirinya sempat melihat MK sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, korban terlihat sedang menghidupkan crane.
“Saya kebetulan tadi ada temuin sales-nya, sales crane ini, saya lihat dia memang lagi hidupin crane. Saya juga enggak terlalu mantau,” ujarnya.
Setelah urusannya bersama sales selesai, Dobby kembali memperhatikan crane tersebut. Alat itu masih menyala, tetapi tidak terlihat aktivitas dari korban di dalam kabin.
Kondisi tersebut membuat Dobby curiga. Ia kemudian mendatangi crane untuk memastikan kondisi MK.
“Saya lihat, saya pegang kakinya, saya gerak-gerakkan. Sudah posisi yang tadi seperti kita lihat tadi, saya langsung panik,” katanya.
Dobby kemudian meminta bantuan pekerja lain untuk memeriksa kondisi MK. Sejumlah rekan korban naik ke kabin dan mengecek keadaan korban sebelum pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada kepolisian. Pamapta II Polresta Samarinda Ipda Fardan Wijaya mengatakan polisi bersama tim Inafis telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Dari pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Informasi awal yang diterima polisi mengarah pada dugaan kelelahan, namun penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan medis.
“Pada saat pemeriksaan Inafis, beliau meninggal dengan keadaan tanpa adanya kekerasan. Informasi awal kelelahan, pada saat dicek tidak ada temuan kekerasan apapun,” jelas Fardan.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani visum. Setelah proses tersebut, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Sejauh ini telah kita evakuasi untuk diamankan ke Rumah Sakit AWS, untuk visum. Setelahnya mayat tersebut akan dibawa keluarga,” ujarnya.
Fardan menyebut korban merupakan warga Jalan Otto Iskandar Dinata, Samarinda. Saat ditemukan, MK berada di dalam crane yang menjadi unit operasionalnya.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sedang memanaskan crane tersebut. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di dalam kabin.
“Pada saat kejadian ini sedang memanasi crane. Dengan unit bawaannya dia sendiri. Kemudian selang beberapa jam diketemukan dengan kondisi sudah tidak bergerak,” tutupnya. (mell)