KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Kakao terus menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dengan produktivitas stabil di dua desa sentra, komoditas ini kini menjadi penopang ekonomi ratusan keluarga petani. Pemerintah kecamatan menilai keberlanjutan kakao sangat penting agar menjaga kesejahteraan masyarakat.
Camat Karangan, Madnuh mengatakan, produksi kakao di wilayahnya masih menunjukkan tren positif dan mampu bersaing dengan komoditas perkebunan lainnya. “Kalau ditotal, setiap bulan produksi biji cokelat mencapai sekitar 90 ton. Ini angka yang cukup besar dan menjadi bukti bahwa petani kita mampu menjaga produktivitas dengan baik,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Dua desa utama penghasil kakao Karangan Ilir dan Mukti Lestari memiliki luas lahan sekitar 100 hektare. Dengan permintaan pembeli yang stabil, terutama dari Sulawesi Selatan, kakao dari Karangan dijual dengan harga berkisar Rp 24.000 per kilogram. Nilai ekonomi dari penjualan tersebut diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar setiap bulan, sebuah angka signifikan bagi ekonomi desa.
Pemerintah daerah melihat capaian ini sebagai hasil dari pendampingan berkelanjutan kepada petani, terutama dalam menjaga kualitas biji kakao. Mutu biji dari Karangan dikenal baik, sehingga terus diminati pembeli luar daerah. Keberhasilan menjaga kualitas inilah yang membuat ekonomi masyarakat tetap stabil meski banyak wilayah lain beralih ke komoditas sawit.
Meski demikian, ia menekankan perlunya dukungan dari OPD terkait agar keberlanjutan kakao tetap terjamin. “Kami ingin kakao tetap menjadi pilihan utama petani. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan program berkelanjutan agar pengembangan kakao tidak tertinggal,” jelasnya.
Pemerintah berharap kakao terus tumbuh sebagai komoditas unggulan Kutim. Dengan nilai ekonomi yang kuat, kakao dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang hilirisasi olahan pertanian di masa depan. “Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimis kakao dari Karangan akan menjadi ikon pertanian rakyat Kutai Timur yang berdaya saing tinggi,” tutupnya. (adv/diskominfokutim/yud)