KALTIMVOICE, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mulai merapikan struktur birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltim. Sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) resmi dilantik Senin (29/6/2026), di Pendopo Odah Etam, namun belasan kursi strategis masih diisi pelaksana tugas (Plt) dan ditargetkan terisi pada awal Juli mendatang.
Total terdapat 110 aparatur sipil negara (ASN) yang diambil sumpah jabatannya, terdiri dari sembilan pejabat eselon II, 45 pejabat administrator, 37 pejabat pengawas, dan 19 pejabat fungsional.
“Hari ini kita melaksanakan pelantikan 110 ASN, termasuk sembilan kepala perangkat daerah. Ini bagian dari sistem merit dan manajemen talenta yang sedang kita jalankan,” ujar Rudy.
Sembilan pejabat eselon II yang dilantik yakni Puguh Harjanto sebagai Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arief Murdiyanto sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Siti Sugiyanti sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Syarifah Alawiyah sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A), drg. Ahmad Jais sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, serta dr. Mazniati sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Meski demikian, proses penataan birokrasi belum berhenti. Sejumlah jabatan strategis masih ditempati Plt, di antaranya Asisten III, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perkebunan, BKD, Bapenda, Dispora, Dinas Kehutanan, Kesbangpol, Sekretariat DPRD, Direktur RSUD AWS, Biro Adpim, PUPR, Biro Organisasi, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta sejumlah biro lainnya.
Rudy memastikan pengisian jabatan-jabatan tersebut akan kembali dilakukan pada awal Juli. Saat ini, pemerintah provinsi masih menyinkronkan proses administrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Mudah-mudahan awal Juli kita laksanakan lagi pelantikan beberapa eselon II, eselon III, dan eselon IV. Masih banyak jabatan yang harus kita isi,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, sembilan pejabat eselon II yang dilantik kali ini merupakan hasil pemetaan melalui sistem manajemen talenta. Sementara untuk posisi yang belum terisi, Pemprov Kaltim juga membuka kemungkinan melakukan talent scouting dari pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi lain.
Ia menegaskan, pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari percepatan kinerja pemerintahan. Karena itu, pejabat yang baru dipercaya diminta langsung bekerja tanpa lagi menghabiskan waktu untuk beradaptasi.
Lebih jauh, Rudy menegaskan pejabat yang baru dilantik tidak lagi memiliki ruang untuk beradaptasi terlalu lama. Memasuki semester kedua tahun anggaran, seluruh organisasi perangkat daerah dituntut bergerak cepat mengejar target pembangunan.
Menurutnya, Juli dan Agustus menjadi periode krusial bagi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempercepat realisasi berbagai program prioritas.
Karena itu, kesinambungan kerja antarpejabat menjadi kunci agar proses transisi tidak menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan.
“Yang baru ini bukan lagi untuk beradaptasi, tetapi langsung berakselerasi. Yang lama saya minta melakukan transfer knowledge supaya target-target pembangunan bisa segera kita kejar,” tandas Rudy. (mell)