merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Seno Aji Ungkap Capaian Swasembada Kaltim Naik 58 Persen, Defisit Beras Masih 188 Ribu Ton

whatsapp image 2026 08 14 at 16.46.43
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut menyoroti capaian swasembada pangan nasional. Namun, di tengah capaian tersebut, Kalimantan Timur (Kaltim) masih harus mengejar defisit kebutuhan beras yang mencapai sekitar 188 ribu ton.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah daerah. Meski demikian, ia menilai capaian swasembada pangan Kaltim menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan awal masa pemerintahan.

“Defisit, tapi kenaikannya signifikan. Ini harus dicatat,” kata Seno seusai mengikuti Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung Utama DPRD Kaltim, Jumat (14/8/2026).

Seno menyebut tingkat swasembada pangan Kaltim kini berada di kisaran 58 persen. Capaian itu meningkat dari sekitar 30 persen ketika pemerintahan mulai berjalan.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi modal untuk terus mengejar kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras.

“Sejak kita dilantik itu baru 30 persen. Sekarang sudah 58 persen, hampir 60 persen. Artinya ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya.

Untuk memperkuat produksi, Pemprov Kaltim tengah mendorong pencetakan sawah baru seluas 15 ribu hektare. Program tersebut saat ini dilakukan bersama TNI dan diharapkan menambah kapasitas lahan produksi pangan di daerah.

Jika lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, total lahan yang dapat mendukung produksi pangan Kaltim diproyeksikan mencapai sekitar 55 ribu hektare.

“15 ribu hektare ini sekarang sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Sehingga nanti total 55 ribu hektare bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras di Kalimantan,” jelasnya.

Adapun angka defisit sekitar 188 ribu ton tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan, Rabu (22/07/2026) lalu. Defisit itu menjadi salah satu celah yang hendak ditekan melalui peningkatan produktivitas dan perluasan lahan pertanian.

Pemerintah daerah menargetkan percepatan program pertanian terus dilakukan hingga akhir 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkecil ketergantungan Kaltim terhadap pasokan beras dari luar daerah sekaligus mendorong tercapainya swasembada beras.

Seno optimistis peningkatan produksi dapat terus dipacu melalui koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan.

“Insyaallah, di akhir tahun 2026 kita akan pacu terus supaya bisa mencapai swasembada beras di Kalimantan,” tandas Seno. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *