merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

POPDA Kaltim XVII 2025 Resmi Ditutup, PPU Torehkan Peningkatan Prestasi

img 20251128 wa0018
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menutup secara resmi gelaran POPDA Kaltim XVII 2025 di halaman Kantor Bupati PPU. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan memotivasi atlet agar terus berkembang meraih prestasi. (Foto:KALTIMVOICE.ID/humas)

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM — Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur Tahun 2025 resmi berakhir pada Kamis malam (27/11/2025). Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, di halaman Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-nipah, menandai selesainya pesta olahraga pelajar terbesar di Kaltim tersebut.

POPDA tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas”, sebuah pesan yang terasa relevan melihat banyaknya talenta pelajar yang muncul selama pertandingan berlangsung. Sejumlah atlet muda dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke tingkat nasional hingga internasional melalui pembinaan berjenjang.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari panitia penyelenggara, para atlet, pelatih, hingga perangkat teknis.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten PPU, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur, para atlet, official, wasit, juri, dan seluruh penyelenggara yang berkontribusi pada suksesnya pelaksanaan POPDA Kaltim XVII,” ujar Mudyat.

Ia juga memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, seraya menegaskan bahwa proses kompetisi adalah bagian penting dari pembelajaran.“Yang belum meraih hasil, jangan berkecil hati. Setiap pertandingan memberi pelajaran berharga. Teruslah berlatih dan berkembang, karena masa depan ada di tangan kalian,” pesannya.

Bupati menegaskan bahwa ajang POPDA seharusnya menjadi fondasi pembinaan olahraga pelajar di Kaltim. Momentum kompetisi ini, menurutnya, harus terus ditindaklanjuti oleh setiap daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, yang hadir mewakili Gubernur Kaltim, turut menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten PPU sebagai tuan rumah yang dinilai berhasil menyelenggarakan event dengan baik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat.

“Ekosistem olahraga tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak,” tegasnya.

Sri Wahyuni bahkan menyampaikan harapan agar PPU dapat menggelar event olahraga baru yang memanfaatkan potensi wilayah pesisirnya. “PPU punya garis pantai panjang. Kami bermimpi suatu saat ada event Beach Run 5K di sini. Jika dilaksanakan, saya yakin banyak peserta dari Balikpapan, Samarinda, termasuk saya sendiri yang akan ikut,” ungkapnya.

Pada akhir kompetisi, Kota Balikpapan berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 174 medali (59 emas, 57 perak, 58 perunggu). Disusul Kota Samarinda di peringkat kedua dengan 166 medali, dan Kutai Kartanegara di posisi ketiga dengan 116 medali.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten PPU menempati peringkat kelima dengan perolehan 75 medali—20 emas, 20 perak, dan 35 perunggu. Capaian ini meningkat signifikan dibanding POPDA XVI, di mana PPU berada di posisi ketujuh.

Upacara penutupan turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekda PPU Tohar, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, serta perwakilan KONI dan BAPOPSI se-Kalimantan Timur.(Adv/diskominfoPPU/humas/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *