KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmen serius dalam memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil. Salah satu langkah nyata yang kini dijalankan adalah pembentukan sekolah filial, sebagai solusi atas keterbatasan jarak dan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala utama bagi anak-anak di pedalaman untuk menempuh pendidikan. Senin (10/11/25).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan, sekolah filial merupakan satuan pendidikan di bawah naungan sekolah induk. Meski berada di lokasi berbeda, sistem pembelajarannya tetap sama dengan sekolah utama. “Kita bentuk sekolah filial agar anak-anak di perkampungan jauh tetap bisa belajar tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan sekolah filial dilakukan secara selektif berdasarkan tiga kriteria utama, tersedianya lahan, jumlah siswa minimal 60 orang, dan kebutuhan nyata di wilayah tersebut. Jika semua persyaratan terpenuhi, sekolah filial dapat ditingkatkan statusnya menjadi sekolah negeri penuh.
Program ini diterapkan agar jenjang PAUD, SD, hingga SMP, sementara jenjang SMA menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Mulyono menuturkan, selain memperluas akses pendidikan, sekolah filial juga berfungsi untuk pemerataan tenaga pengajar. Kepala sekolah induk akan mengatur jadwal pengajaran bergilir agar kualitas pembelajaran di filial tidak tertinggal.
“Beberapa sekolah filial di Kutim bahkan sudah lebih lengkap daripada sekolah induknya,” ungkapnya dengan bangga.
Ia menegaskan, kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kutim dalam menjamin hak setiap anak untuk mengenyam pendidikan. “Pembangunan sekolah tidak akan pernah berhenti. Ini tentang memastikan semua anak punya hak yang sama untuk belajar,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Kutim berharap tidak ada lagi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman. (adv/diskominfokutim/yud)