merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Jumlah Aparat Bertambah Jadi 2.263 Personel, Amankan Aksi di DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim Besok

whatsapp image 2026 04 20 at 19.07.50
Apel gelar pasukan kesiapan pelayanan aksi unjuk rasa 21 April 2026, di lapangan GOR Segiri Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pengamanan aksi unjuk rasa yang direncanakan 21 April 2026, besok, di Samarinda dimatangkan melalui apel gelar pasukan gabungan yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri, Senin (20/4/2026) sore .

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan total personel pengamanan yang disiapkan mencapai 2.263 orang dari unsur kepolisian, TNI, serta instansi terkait. “Hari ini kita mengadakan apel kesiapan gelar pasukan dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa besok. Total keseluruhan pengamanan 2.263 personel,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.599 personel berasal dari kepolisian, 70 personel dari Tentara Nasional Indonesia, serta 564 personel dari unsur instansi terkait lainnya. Ia menjelaskan pengamanan difokuskan pada dua titik utama yang menjadi lokasi rencana aksi massa, yakni DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur kaltim.

Selain dua lokasi tersebut, sejumlah objek vital lain juga masuk dalam skema pengamanan sebagai bagian dari langkah antisipasi. “Tentunya dua titik utama adalah kantor DPRD dan kantor gubernur. Tempat-tempat lain juga menjadi objek vital yang masuk pengamanan,” jelasnya.

Jumlah personel pengamanan kali ini disebut bertambah dibanding rencana awal sekitar 1.700 personel. Penambahan dilakukan menyesuaikan perkembangan situasi serta kebutuhan pengamanan di lapangan.“Kita tambahkan personel karena melihat situasi dan objek yang akan kita lakukan pengamanan. Nanti dilihat secara proporsional dengan jumlah massa,” katanya.

Terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Endar menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.“Itu salah satu langkah untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal negatif,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan pola pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif.“Paradigma pelayanan kita bukan paradigma kontra. Kita melakukan pendekatan humanis, preemtif, dan preventif agar pelaksanaan unjuk rasa bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga memastikan penggunaan langkah pengamanan seperti gas air mata memiliki tahapan dan hanya dilakukan apabila situasi di lapangan mengharuskan.“Gas air mata itu ada tahapannya. Kalau diperlukan baru digunakan, kalau tidak perlu tentu tidak.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *