merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Gubernur Rudy Tolak Kekerasan terhadap Jurnalis, Minta Kritik yang Membangun

img 20251201 wa0013
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Di tengah dinamika informasi yang kian cepat di era digital, media memegang peran strategis dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Keberadaan pers menjadi penghubung utama antara pemerintah dan masyarakat, memastikan publik menerima informasi yang benar, terverifikasi, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pemberitaan yang profesional dan berimbang bukan hanya membantu warga memahami arah kebijakan pemerintah, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas daerah dan memperkuat kepercayaan publik.

Di tengah maraknya informasi yang beredar tanpa kontrol, jurnalis berada di garis depan untuk memastikan ruang publik tetap terlindungi dari hoaks dan misinformasi. Dalam konteks tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan sikap tegasnya menolak segala bentuk kekerasan terhadap pekerja media.

Ia menilai pers memiliki peran vital sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Kami dengan tegas menolak tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Profesi jurnalistik sangat penting, namun rekan-rekan pers juga perlu tetap berpegang pada kode etik,” ujarnya pada Senin (1/12/2025).

Rudy menambahkan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang bagi kritik yang bersifat membangun. Kritik tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi selama tidak mengarah pada serangan pribadi atau menimbulkan pencemaran nama baik.

“Sampaikan kritik yang konstruktif, jangan diarahkan untuk menyerang individu. Jika sudah masuk ranah pribadi, itu yang menjadi persoalan. Yang penting tidak menimbulkan pencemaran nama baik. Kami siap menerima kritik,” tegasnya.

Selain itu, Rudy mengingatkan pentingnya pemberitaan yang akurat dan menenangkan, terutama dalam menjaga suasana sosial di Kalimantan Timur agar tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa pemerintah lebih mengutamakan kerja nyata daripada banyak berbicara di ruang publik.

“Pemberitaan sebaiknya aktual dan menyejukkan bagi masyarakat Kaltim. Kami ini lebih banyak bekerja daripada berbicara. Kalau ingin lebih banyak berpendapat, tempatnya di legislatif karena di sanalah ruang untuk berbicara,” ucapnya.

Rudy berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers terus terjalin secara harmonis, saling menghormati peran masing-masing, dan bersama-sama menjaga kepentingan publik serta stabilitas daerah. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *