desain sukseskan kukar idaman terbaik

Berubah Desain, DPRD Soroti Pengurangan 25 Jadi 9 Titik Pipa di TPA Sambutan

img 20260427 wa0015
Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Samarinda meninjau fasilitas sanitary landfill di TPA Sambutan, Senin (27/4/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Proyek pembangunan sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan dengan nilai anggaran Rp28 miliar menjadi sorotan Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Samarinda.

Dalam kunjungan lapangan, DPRD menemukan adanya perubahan spesifikasi teknis pada pembangunan zona 2, khususnya terkait jumlah titik pipa pengelolaan gas.

Wakil Ketua Pansus Abdul Rohim, mengungkapkan bahwa secara umum pekerjaan fisik proyek tahun anggaran 2025 tersebut telah rampung. Namun, terdapat perubahan desain yang belum sepenuhnya terpaparkan kepada DPRD. “Ada perubahan spesifikasi yakni pipa yang awalnya direncanakan 25 titik, ternyata menjadi 9 titik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, perubahan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut untuk memastikan tidak berdampak pada kualitas pengelolaan sampah, terutama dalam pengendalian gas metana dan pengolahan limbah lindi.

Rohim menegaskan, setiap desain awal tentu memiliki dasar kajian teknis. Oleh karena itu, pengurangan jumlah titik pipa harus memiliki argumentasi yang kuat dan terukur. “Tidak mungkin desain awal 25 titik itu tanpa kajian. Nah ini yang akan kita konfirmasi, apakah perubahan ini tetap menjamin pengelolaan sampah, baik gas maupun cairannya, berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa perubahan spesifikasi tidak serta-merta bisa dianggap aman hanya dengan alasan peningkatan diameter pipa. “Tidak selamanya dengan memperbesar diameter itu bisa langsung mengakomodasi kebutuhan. Makanya kita ingin pastikan ini tetap sesuai rekomendasi dan tidak menurunkan kualitas pengelolaan,” tambahnya.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Arief, menjelaskan bahwa perubahan jumlah titik pipa dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan.

img 20260427 wa0017
Tampak area sanitary landfill di TPA Sambutan. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

Dengan luas area sekitar satu hektare, sembilan titik pipa dinilai sudah mencukupi, terutama setelah dilakukan penyesuaian pada diameter pipa yang diperbesar. “Dengan luasan kurang lebih satu hektare, pertimbangannya sembilan titik itu cukup. Diameter pipanya juga diperbesar jadi 8 inch, sebelumnya hanya 4 inch,” jelasnya.

Penggunaan pipa khusus berbahan standar gas juga menjadi bagian dari penyesuaian untuk memastikan fungsi tetap optimal. Selain itu, Arief menyebut perubahan tersebut juga mempertimbangkan mobilitas alat berat di area landfill agar tidak terhambat oleh pemasangan pipa yang terlalu rapat.

“Kalau terlalu rapat, mobilisasi alat berat jadi sulit. Jadi dengan sembilan titik dan diameter lebih besar, itu dinilai sudah cukup untuk mengalirkan gas,” katanya.

Sanitary landfill di zona 2 TPA Sambutan sendiri disiapkan sebagai penampung sementara, mengingat zona 1 telah penuh. Sistem yang diterapkan mengharuskan penimbunan sampah dengan tanah setiap hari guna mengurangi dampak lingkungan.

“Ini sebagai penampung sementara, karena zona 1 sudah penuh. Harapan kita bisa bertahan sekitar 6 sampai 8 bulan, bahkan kalau bisa lebih,” ungkapnya.

Ke depan, lokasi tersebut juga diproyeksikan mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Namun, saat ini kapasitas pasokan sampah masih menjadi tantangan, karena belum memenuhi kebutuhan minimal untuk pembangkit.

Lebih lanjut, DPRD memastikan akan terus mengawal proyek ini, khususnya pada aspek perubahan desain, agar tidak mengurangi kualitas pengelolaan sampah di Kota Samarinda. “Perubahan desain ini nanti akan kita klarifikasi, yang penting jangan sampai mengurangi kualitas pengelolaan sampah.” tandas Rohim. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *