desain sukseskan kukar idaman terbaik

PLN Minta Maaf, Targetkan Pemadaman Bergilir di Samarinda Berakhir 13 Juli, DPRD: Mudah-Mudahan Tak Meleset

whatsapp image 2026 07 11 at 09.36.31
Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – PT PLN (Persero) UP3 Samarinda menyampaikan permohonan maaf kepada DPRD Kota Samarinda atas pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dalam audiensi yang digelar belum lama ini, PLN juga menargetkan gangguan layanan kelistrikan tersebut dapat berakhir mulai 13 Juli 2026.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan pihak PLN datang untuk menyampaikan penjelasan resmi sekaligus meminta maaf kepada masyarakat melalui DPRD.

“Dari pihak PLN menyampaikan permohonan maaf sekaligus laporan tentang pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi selama ini. Mereka menyampaikan pemadaman itu karena ada kesalahan teknis, ada perbaikan, sehingga dilakukan pemadaman secara bergilir,” ujar Samri.

Audiensi tersebut digelar di tengah ramainya dugaan korupsi distribusi batu bara untuk pembangkit listrik yang tengah diusut Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp5 triliun.

Kendati demikian, PLN menegaskan pemadaman bergilir di Samarinda bukan dipicu persoalan tersebut, melainkan murni akibat gangguan teknis dan pemeliharaan jaringan.

Menurut Samri, penjelasan tersebut menjadi penting karena selama ini informasi yang beredar di masyarakat lebih banyak bersumber dari isu yang belum terverifikasi.

“Kalau yang kami dapat dari pembahasan, ini murni ada perbaikan atau maintenance yang dilakukan secara berkala. Karena informasi yang beredar sebelumnya tidak resmi, akhirnya banyak isu berkembang. Hari ini mereka datang secara resmi sehingga kami mendapatkan informasi yang valid langsung dari sumbernya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, PLN juga menyampaikan komitmen menyelesaikan pekerjaan teknis dalam waktu dekat. Politikus PKS itu mengungkapkan, perusahaan menargetkan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi setelah 13 Juli.

“Setelah ini mereka menjamin sekitar mulai tanggal 13 mungkin sudah tidak ada lagi pemadaman,” ucapnya.

Meski demikian, DPRD berharap target tersebut benar-benar dapat direalisasikan mengingat pemadaman bergilir telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga rumah tangga di Kota Samarinda.

“Mudah-mudahan tidak meleset,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, memilih irit berkomentar usai audiensi. Saat dimintai tanggapan mengenai hasil pertemuan dengan DPRD, Adrian hanya menjawab singkat.

“Silaturahmi saja,” ujarnya.

Usai menyampaikan jawaban tersebut, Adrian langsung menuju lift dan enggan menanggapi pertanyaan lanjutan awak media mengenai hasil audiensi. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *