KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Penyaluran bantuan pangan berupa beras kembali menyasar masyarakat Samarinda. Sebanyak 54.636 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat mendapatkan bantuan pangan pemerintah, dengan alokasi tiga bulan sekaligus untuk periode Juli hingga September 2026.
Anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Kaltim, Sarifah Suraidah, menyambangi Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang masuk dalam daftar penerima.
Penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi beban dalam pengeluaran keluarga.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah melalui Perum Bulog agar kebutuhan dasar terjaga, beban menjadi sedikit lebih ringan dan ketahanan pangan kita tetap kokoh,” kata Sarifah, Selasa (22/9/2026).
Jumlah penerima bantuan pangan di Samarinda mencapai 54.636 keluarga. Sementara secara keseluruhan di Kalimantan Timur, penerimanya mencapai 272.550 keluarga.
Sarifah juga memastikan ketersediaan beras di Bulog masih dalam kondisi aman. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap stok beras karena persediaan disebut mampu memenuhi kebutuhan hingga 2027.
“Stok beras yang ada di Bulog masih aman sampai 2027. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” ujarnya.
Di Loa Bakung sendiri, bantuan beras dialokasikan kepada lebih dari seribu keluarga. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk tiga bulan sekaligus bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musazdin Said mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras keluarga penerima, tetapi juga membantu menjaga daya beli masyarakat.
Dengan kebutuhan beras yang sebagian telah terpenuhi melalui bantuan, masyarakat diharapkan dapat mengalokasikan uang belanja untuk kebutuhan pangan lainnya. Pada saat yang sama, penyaluran bantuan juga diharapkan membantu menjaga permintaan beras di pasar.
“Yang tadinya untuk membeli beras, mereka punya uang untuk membeli beras, akhirnya mereka bisa untuk membeli lauk karena ada bantuan beras ini,” tuturnya.
Musazdin menambahkan, bantuan pangan untuk Kaltim pada alokasi Juli, Agustus dan September menyasar 272.550 penerima dengan total alokasi sekitar 8.176 ton beras. Khusus Samarinda, jumlah penerimanya mencapai 54.636 keluarga.
Untuk Kelurahan Loa Bakung, bantuan tersebut dialokasikan kepada sekitar 1.400 penerima manfaat dengan total beras sekitar 43 ton untuk tiga bulan penyaluran.
Ia meminta masyarakat menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan sendiri dan tidak menjualnya kembali. Bulog juga melakukan pengecekan berlapis untuk memastikan beras yang disalurkan sesuai jumlah dan berada dalam kondisi baik.
“Harapannya bantuan ini tidak untuk dijual tetapi untuk dikonsumsi. Jadi memang kami minta masyarakat ini untuk memanfaatkan dengan sebaik mungkin beras-beras tersebut,” harapnya.
Bagi penerima, bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi dari pengeluaran rumah tangga. Aspi Ariani (54), warga RT 5 Loa Bakung, mengaku senang menerima bantuan 30 kilogram beras tersebut.
“Sangat senang dan sangat membantu bagi kami,” katanya.
Aspi berharap bantuan pangan serupa tetap dilanjutkan. Baginya, tambahan beras yang diterima cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Bantuan ini semoga berlanjut,” demikian Aspi. (mell)