KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pelarian pelaku penikaman terhadap seorang penjual es teh di Samarinda hanya berlangsung beberapa jam. Aparat gabungan dari Polsek Samarinda Ulu dan Unit Jatanras Polresta Samarinda berhasil membekuk pelaku berinisial AM pada Senin (7/7/2026) malam setelah melacak keberadaannya di kawasan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Dr. Rachmat Aribowo, mengatakan penangkapan dilakukan tak lama setelah polisi menerima laporan penikaman yang terjadi di Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku.
“Ya benar telah terjadi kasus penikaman di TKP Jalan Siti Aisyah, Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu. Alhamdulillah Polsek bersama Jatanras telah berhasil mengamankan pelaku berinisial AM,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Pelaku diamankan sekitar pukul 21.40 WITA. Polisi menemukan AM saat bersembunyi di rumah pamannya yang berada di Jalan M. Said, Gang Takwa, Kelurahan Loa Bakung. Upaya pelaku menghindari kejaran petugas pun berakhir setelah keberadaannya berhasil dilacak.
Selain menangkap tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta rangkaian kejadian sebelum aksi penikaman terjadi.
“Barang bukti sudah kami amankan dan sekarang sedang kami proses di Polsek Samarinda Ulu,” kata Rachmat.
Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Kondisi korban juga menjadi bagian penting dalam proses penyidikan, termasuk untuk melengkapi keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit,” imbuh Rachmat.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi penikaman dipicu persoalan asmara. Pelaku mengaku menyimpan rasa sakit hati yang kemudian diperparah dengan kecemburuan terhadap korban hingga berujung pada aksi kekerasan.
Saat dikonfirmasi apakah motif tersebut berkaitan dengan hubungan asmara, Rachmat membenarkannya.
“Motifnya sakit hati terhadap korban. Ada rasa cemburu, sakit hati,” ungkapnya.
Saat ini, polisi masih mendalami perkara tersebut sembari melengkapi alat bukti dan pemeriksaan terhadap tersangka. (mell)