KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Sebanyak 24 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) turut meramaikan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Puluhan UMKM tersebut menempati stan bazar di kawasan depan Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, dengan menawarkan beragam produk kepada masyarakat dan pengunjung yang datang menikmati rangkaian kegiatan Erau.
Kepala Diskop-UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan bahwa keterlibatan UMKM binaan menjadi bagian dari salah satu upaya meramaikan pelaksanaan Erau sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Untuk kegiatan bazar selama Erau, dari Dinas Koperasi ada binaan sebanyak 24 UMKM,” kata Reza di Makodim 0906/Kukar, Selasa (22/9/2026).
Reza menjelaskan, 24 UMKM tersebut merupakan pelaku usaha yang berada di Kecamatan Tenggarong. Mereka ditempatkan di titik yang telah ditentukan panitia, yakni kawasan depan Kedaton.
Keterlibatan UMKM dalam Erau, menurutnya, tidak hanya berasal dari Diskop-UKM. Sejumlah perangkat daerah teknis lainnya juga memiliki UMKM binaan yang ikut mengambil bagian dalam memeriahkan agenda budaya tahunan tersebut.
Di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Ini masing-masing binaan UMKM kita yang ada di Kukar, khususnya Tenggarong, ikut serta untuk meramaikan kegiatan Erau kita,” jelasnya.
Kabid UMKM Diskop-UKM Kukar Santi Effendi menambahkan, sebanyak 24 UMKM binaan Diskop-UKM ditempatkan dalam 12 tenda yang disediakan panitia. Setiap tenda digunakan oleh dua pelaku UMKM.
Menurutnya, pelaku UMKM binaan Diskop-UKM mendapatkan fasilitas tenda secara gratis untuk berjualan selama pelaksanaan bazar di depan Kedaton.
“UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM yang terlibat berada di depan Kedaton ada 24 UMKM,” ujar Santi.
Bazar tersebut berlangsung mulai sore hingga malam hari. Aktivitas jual beli dimulai sekitar pukul 16.00 WITA hingga 23.00 WITA, sejak Minggu sore hingga Sabtu malam, 26 September 2026.
Produk yang ditawarkan cukup beragam. Kuliner menjadi jenis usaha yang paling dominan, mulai makanan ringan hingga berbagai minuman, termasuk kopi. Selain itu, terdapat pula pelaku UMKM yang menjual berbagai aksesori.
“24 UMKM terdiri dari kuliner makanan ringan dan minuman kopi, dan aksesori,” terangnya.
Kehadiran UMKM binaan Diskop-UKM di kawasan depan Kedaton diharapkan turut membuat suasana Erau semakin hidup. Di sisi lain, momentum keramaian pengunjung selama pelaksanaan Erau menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya secara langsung.
Dengan demikian, keterlibatan UMKM tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan Erau, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat dan wisatawan yang datang ke Tenggarong.
“Ini upaya kita memperkenalkan UMKM lokal,” tutupnya.
(Ln/adv21/kukar)