merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tri-City Diusulkan Jadi Six-City, JICA Mulai Kaji Jalur Kereta Api Samarinda–Balikpapan–IKN

whatsapp image 2026 07 18 at 16.08.17
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Konsep Tri-City yang menghubungkan Samarinda, Balikpapan, dan Ibu Kota Nusantara (IKN) diusulkan berkembang menjadi Six-City.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengusulkan agar kawasan penyangga IKN diperluas dengan melibatkan Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU), hingga Kabupaten Paser.

Usulan tersebut disampaikan dalam pembahasan Development Master Plan kawasan penyangga IKN bersama Japan International Cooperation Agency (JICA). Pemkot menilai pengembangan kawasan penyangga tidak cukup hanya berfokus pada tiga wilayah utama.

“Kemarin kami minta supaya bukan Tri-City lagi. Kukar, PPU, Paser sampai provinsi juga dimasukkan. Jadi kawasan ini betul-betul saling terhubung,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.

Menurut Marnabas, Kukar, PPU, dan Paser memiliki peran penting sebagai daerah penyangga. Ketiga wilayah itu dinilai mampu menopang kebutuhan pangan dan logistik ketika aktivitas di IKN semakin berkembang.

“Saya sampaikan jangan hanya bicara infrastruktur. Nanti kalau IKN berjalan baik, pasti kebutuhan makan dan minum meningkat. Kukar, PPU, dan Paser punya lahan yang produktif untuk mendukung itu,” katanya.

Masukan tersebut, lanjut Marnabas, mendapat respons positif dari tim JICA. Saat ini pembahasan tidak lagi hanya menitikberatkan pembangunan jalan, tetapi mulai mengarah pada sistem konektivitas antardaerah.

Salah satu yang mulai dikaji ialah pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Samarinda, Balikpapan, dan IKN. Kajian tersebut masih berada pada tahap penyusunan kebutuhan daerah.

“Sekarang masih tahap pengkajian. Kalau mereka sudah mengkaji berarti memungkinkan. Nanti kebutuhan daerah yang akan dilihat,” ujarnya.

Ia mengatakan, JICA menginginkan kawasan penyangga IKN dibangun dalam satu sistem yang saling terhubung. Karena itu, konektivitas tidak hanya mengandalkan jalan raya, tetapi juga moda transportasi massal.

“Daerah-daerah itu harus terus terhubung, tidak boleh parsial. Samarinda ini berada di tengah. Mau ke Balikpapan lewat Kukar, ke Bontang juga lewat Kukar. Jadi memang harus terkoneksi,” imbuhnya.

Marnabas memastikan pembahasan bersama JICA akan terus berlanjut. Sejumlah pertemuan lanjutan telah dijadwalkan sebagai bagian dari penyempurnaan masterplan kawasan penyangga IKN.

“Komunikasi dengan mereka memang sangat intens. Nanti kami kembali bertemu di Balikpapan. Artinya pembahasan ini terus berjalan,” pungkas Marnabas. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *