KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Terowongan Samarinda masih menunggu rekomendasi akhir tim ahli sebelum bisa dioperasikan. Meski proses penilaian teknis belum rampung, Pemerintah Kota Samarinda tetap mempertahankan target pembukaan terowongan pada akhir 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan, tahapan pengujian teknis telah berjalan. Tim pendahuluan bahkan telah berada di Samarinda sekitar dua pekan untuk melakukan pemeriksaan dan meminta sejumlah data teknis.
“Sudah dari tim pendahuluan itu kemarin dua minggu ada di Samarinda. Nah, yang ini tinggal rapat-rapat, ada yang via Zoom, ada juga yang langsung,” kata Neneng belum lama ini.
Dari pemeriksaan tersebut, tim pendahuluan memberikan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti Pemkot Samarinda. Neneng memastikan seluruh masukan tersebut telah dijawab dan ditindaklanjuti.
Namun, tidak seluruh catatan berujung pada perubahan fisik terowongan. Beberapa di antaranya cukup dijelaskan melalui data dan keterangan teknis dari pemerintah kota.
“Dia menyampaikan daftar rinciannya. Itu semua sudah kita tindak lanjuti. Jadi tidak semua harus ditambahkan, tapi ada penjelasan dari kita, kemudian sudah di-ACC,” ujarnya.
Setelah pemeriksaan awal tersebut, proses kini berlanjut pada penilaian oleh tim ahli. Pembahasan dilakukan melalui rapat secara daring maupun tatap muka, sementara jadwal penyampaian rekomendasi akhir masih menunggu pengaturan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Kondisi itu membuat target penyelesaian yang sebelumnya diproyeksikan pada September belum dapat dipastikan. Pemkot Samarinda masih berkomunikasi dengan tim ahli mengenai tahapan dan jadwal berikutnya.
“Masih kita komunikasikan dengan tim ahlinya karena tim ahlinya ini khusus,” kata Neneng.
Rekomendasi tersebut menjadi bagian penting sebelum terowongan memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sertifikat itu diperlukan sebelum infrastruktur yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tersebut dapat dibuka untuk masyarakat.
Meski jadwal penilaian masih berjalan, Pemkot Samarinda belum mengubah target operasional. Neneng menyebut pihaknya tetap optimistis terowongan dapat digunakan pada penghujung tahun.
“Kita tetap optimis target operasional di akhir tahun. Tapi namanya ada penilaian khusus dari tim ahli, jadi kita menunggu rekomendasi terakhir dari tim itu seperti apa,” ujarnya.
Sejauh proses evaluasi berlangsung, Neneng menyebut belum ada persoalan yang menghambat tahapan tersebut. Berbagai hal yang ditanyakan tim juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah kota.
“Insyaallah (sinyal) positif, sejauh ini tidak ada kendala,” demikian Neneng. (mell)