KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Seorang pria berinisial MR ditemukan meninggal dunia di kamar 307 sebuah guest house di Jalan Wiratama, Samarinda Ulu, Kamis (24/9/2026) malam. Sebelum polisi tiba, seorang perempuan yang disebut sebagai rekan korban lebih dulu turun dari kamar, meminta bantuan resepsionis, kemudian pergi setelah menyerahkan telepon seluler milik MR.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 20.30 Wita. Imam Tayyirin, petugas resepsionis, mengatakan perempuan itu datang ke lobi dan meminta pertolongan karena melihat MR dalam kondisi tidak bergerak di kamar lantai tiga.
“Mas, tolongin. Itu ada mas-masnya di kamar lantai tiga. Dia bilang nggak gerak,” ujar Imam menirukan ucapan perempuan tersebut.
Imam kemudian langsung menuju kamar 307. Saat pintu dibuka, ia melihat MR sudah terlentang di atas kasur dan tidak menunjukkan pergerakan.
Ia lalu menghubungi ambulans. Namun, saat Imam turun untuk menjemput ambulans, perempuan yang sebelumnya melapor itu ikut turun dan menyerahkan telepon seluler milik korban kepadanya.
“Dia kasih saya HP masnya, HP korban. Karena saya bawa ambulans ini naik ke atas, kayaknya dia kabur. Saya menerima HP itu di depan,” ungkap Imam.
Imam mengaku tidak mengetahui kapan perempuan tersebut datang bersama korban. Saat kejadian, aktivitas di bagian resepsionis cukup padat sehingga kedatangan perempuan itu tidak diketahui olehnya.
Sementara MR tercatat melakukan check-in sekitar pukul 17.00 Wita. Dalam administrasi guest house, korban tercatat datang seorang diri.
Pihak guest house juga tidak menahan kartu tanda penduduk (KTP) tamu. Namun, identitas MR telah dicatat dan petugas memiliki salinan KTP serta nomor telepon korban.
“Yang cowok sendiri yang datangnya. Yang perempuan justru saya nggak tahu itu datangnya,” kata Imam.
Sekitar pukul 21.00 Wita, laporan mengenai tamu yang ditemukan tidak bernyawa tersebut diteruskan kepada kepolisian. Personel Pamapta I Polresta Samarinda kemudian mendatangi lokasi bersama tim Inafis.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengatakan polisi menerima informasi mengenai penemuan korban di kamar 307 lantai tiga. Dari pemeriksaan awal tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Identifikasi awal dari tim Inafis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kurang lebih kematian sekitar empat sampai lima jam,” jelas Sofian.
Menurut Sofian, keberadaan korban pertama kali diketahui setelah perempuan yang disebut sebagai rekan korban turun dan memberi tahu resepsionis. Resepsionis kemudian mengecek kamar dan menghubungi pihak kesehatan.
Petugas kesehatan yang datang ke lokasi selanjutnya memeriksa kondisi MR. Korban dinyatakan telah meninggal dunia dan jasadnya kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga telah menerima informasi bahwa perempuan yang berada bersama korban berjenis kelamin perempuan. Namun, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas maupun hubungannya dengan MR.
“Untuk saat ini masih dalam penyelidikan,” tegas Sofian. (mell)