KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Nomor antrean pembelian Biosolar di Samarinda nantinya tidak lagi diambil di Dinas Perhubungan (Dishub). Pemerintah Kota Samarinda mengarahkan mekanisme antrean tersebut ke sistem digital yang saat ini masih disiapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan penerapan nomor antrean masih menunggu surat edaran Wali Kota Samarinda. Di saat bersamaan, sistem digital yang menjadi bagian dari mekanisme tersebut masih dalam proses penyusunan.
“Lagi dimatangkan di tingkat Pemerintah Kota, kapan kita menjalankan, bagaimana mekanismenya, dan lain-lain,” kata Manalu di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda belum lama ini.
Karena itu, pengambilan nomor tidak lagi dilakukan melalui Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dishub Samarinda seperti skema yang sebelumnya direncanakan.
“Lebih arah ke digitalisasi nanti. Mungkin digitalisasi yang disiapkan dulu, baru nanti sambil seiring beredarnya surat edaran,” ujarnya.
Manalu memastikan selama mekanisme baru tersebut belum diberlakukan, pembelian Biosolar masih berjalan seperti biasa.
Dishub masih menunggu penyelesaian regulasi sekaligus kesiapan sistem digital sebelum nomor antrean mulai digunakan.
“Sementara kita berjalan seperti apa adanya dulu,” imbuhnya.
Di sisi lain, persoalan pemblokiran kendaraan dalam sistem pembelian Biosolar juga masih berlangsung. Manalu menyebut terdapat sekitar 4.900 kendaraan yang masih berstatus terblokir, sementara baru sekitar 290 kendaraan yang telah dibuka pemblokirannya.
Pembukaan blokir tersebut dilakukan setelah proses dan penyesuaian yang diperlukan. Dari data Dishub Samarinda, terdapat pula sekitar 79 kendaraan yang kembali menjalani pengujian kendaraan bermotor.
“Kalau pemblokiran itu sudah 4.900 sekian, tapi data kemarin baru ada yang buka-buka blokir sekitar 290 yang baru terbuka blokirnya,” bebernya.
Pembukaan blokir sekitar 290 kendaraan tersebut dilakukan setelah aksi demonstrasi ratusan sopir di Halaman Balai Kota Samarinda (24/8) lalu.
Namun, masih banyak kendaraan yang belum dapat kembali menggunakan sistem pembelian Biosolar.
“Jadi masih ada banyak lagi yang belum buka blokir,” tutupnya. (mell)