desain sukseskan kukar idaman terbaik

Antrean Solar Perlambat Distribusi Bantuan Pangan Bulog ke Enam Daerah di Kaltim

whatsapp image 2026 09 23 at 15.21.17
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Antrean solar yang cukup panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Timur ikut memperlambat distribusi bantuan pangan Bulog ke sejumlah daerah.

Kondisi itu menjadi kendala karena armada truk yang digunakan untuk mengangkut beras harus mengisi bahan bakar sebelum bergerak ke titik-titik penyaluran.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengatakan distribusi saat ini memang menghadapi kendala armada. Waktu penyaluran yang cukup terbatas juga membuat ketersediaan kendaraan menjadi hal penting agar bantuan pangan bisa segera sampai ke penerima.

“Memang kendala kami kalau untuk distribusi ini karena waktunya yang diberikan itu mepet. Kemudian kami ada sedikit permasalahan di armada,” kata Musazdin, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan armada semakin terasa karena cakupan pelayanan Bulog Samarinda cukup luas. Distribusi tidak hanya menyasar Samarinda, tetapi juga Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang hingga Mahakam Ulu.

Persoalan bertambah karena armada truk tersebut membutuhkan solar. Musazdin menyebut antrean yang panjang membuat waktu kendaraan untuk bergerak menuju titik penyaluran ikut tersita.

“Karena memang membutuhkan armada truk dan saat ini seperti kita ketahui, BBM utamanya solar yang bahan bakarnya ini antreannya cukup panjang. Sehingga ini juga memperlambat kecepatan kami dalam mendistribusikan ke titik-titik,” ujarnya.

Bulog kini berupaya menambah armada untuk mengejar penyaluran yang masih berjalan. Tambahan kendaraan diharapkan bisa mempercepat distribusi beras bantuan pangan, terutama dengan luasnya wilayah yang harus dilayani dari gudang Bulog di Samarinda.

Musazdin mengatakan persoalan jarak juga menjadi salah satu alasan Bulog menyiapkan rencana pembangunan gudang di sejumlah daerah. Rencana tersebut mencakup Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur dan Bontang.

Saat ini, stok yang digunakan untuk penyaluran masih bersumber dari gudang di Samarinda. Dengan adanya gudang di daerah, Bulog berharap jarak tempuh menuju penerima manfaat bisa dipangkas sehingga proses distribusi tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman dari Samarinda.

“Dengan adanya gudang-gudang tersebut nanti kami harapkan jarak tempuh atau jarak distribusinya ini lebih dekat kepada penerima manfaat,” pungkas Musazdin. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *