KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang arus mudik lebaran Idulfitri 2026, warga diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Saat rumah ditinggal dalam kondisi kosong, salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah mematikan seluruh peralatan listrik dan kompor.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran, terutama saat musim mudik.
“Damkar sebelumnya sudah mengadakan sosialisasi di berbagai komunitas. Di setiap kesempatan itu kami selalu mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kebakaran,” ujarnya.
Selain sosialisasi langsung kepada warga, Disdamkar Samarinda juga memasang sejumlah papan pengingat atau reminder sign di beberapa titik sebagai pengingat bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Menurutnya, langkah sederhana seperti memastikan kompor dimatikan dan mencabut peralatan listrik dari stop kontak dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran rumah. “Kami mengingatkan warga, kalau mudik atau meninggalkan rumah, pastikan kompor dimatikan. Kemudian listrik seperti colokan, steker, dan perangkat lain sebaiknya dilepas untuk menghindari korsleting,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan yang dimiliki Disdamkar Samarinda, lebih dari 50 persen kasus kebakaran rumah dipicu oleh korsleting. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong selama mudik Lebaran.
Jika terjadi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian tersebut agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan.“Kalau terjadi kebakaran, warga bisa langsung melapor ke Disdamkar atau melalui call center kami,” ujarnya.
Selain itu, laporan juga kerap disampaikan melalui jaringan relawan kebakaran yang tersebar di lingkungan masyarakat. “Bisa juga melalui para relawan. Biasanya mereka melaporkan lewat HT atau frekuensi komunikasi yang digunakan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (mell)