merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

HIPKA Kaltim Usung Misi Besarkan Pengusaha Lokal, Bangun Ekosistem Bisnis dari Hulu hingga Hilir

img 20260617 wa0007
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPW HIPKA Kalimantan Timur dan mitra strategis di Hotel Claro Samarinda, Kamis (18/6/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperkuat peran pengusaha lokal sebagai penggerak ekonomi daerah. Komitmen itu ditandai dengan pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kaltim periode 2025–2030 di Ballroom Hotel Claro Samarinda, Rabu (17/6/2026).

Tak sekadar mengukuhkan kepengurusan baru, pelantikan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama sejumlah mitra strategis sebagai langkah awal membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.

Ketua BPW HIPKA Kaltim, Salman Farisi, mengatakan organisasi yang dipimpinnya ingin mengambil peran lebih jauh dari sekadar wadah berhimpun para pengusaha. HIPKA, kata dia, akan fokus memperkuat rantai usaha lokal mulai dari sektor mikro hingga menengah.

“Kita ingin membangun ekosistem pengusaha dari hulu sampai hilir. Selama ini banyak pelaku usaha yang memiliki produk, tetapi terkendala akses permodalan, pemasaran hingga jaringan distribusi. Ruang-ruang itulah yang akan kita isi,” ujarnya.

HIPKA Kaltim periode ini dihuni 82 pengurus yang tersebar dalam berbagai bidang dan badan khusus, termasuk sektor pangan, farmasi, kesehatan hingga kegiatan sosial melalui program HIPKA Care.

Menurut Salman, sektor pangan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki keterkaitan langsung dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Melalui badan khusus yang dibentuk, HIPKA akan mendorong lahirnya pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok pangan secara berkelanjutan.

Selain itu, organisasi tersebut juga menyiapkan digitalisasi database pengusaha lokal agar potensi usaha di Kalimantan Timur dapat dipetakan secara lebih akurat dan terhubung dengan berbagai peluang kolaborasi.

“Program utama kami ada tiga. Pertama membangun database digital pengusaha lokal. Kedua membangun ekosistem usaha dari hulu ke hilir. Ketiga memperkuat kolaborasi dan jaringan agar pengusaha lokal bisa naik kelas,” jelasnya.

Langkah tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Kadin, Apindo, sejumlah BUMD hingga perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi digital dan penyedia layanan internet.

HIPKA juga berencana mendorong pelatihan kewirausahaan, penguatan pemasaran digital hingga akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini masih kesulitan berkembang.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, M. Darlis Pattalongi, menyambut positif kehadiran HIPKA sebagai salah satu kekuatan baru yang dapat membantu menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, situasi ekonomi nasional yang saat ini menghadapi tekanan membutuhkan kontribusi lebih besar dari dunia usaha, termasuk para pengusaha lokal yang memahami karakteristik ekonomi daerah.

“Kita berharap teman-teman yang tergabung di HIPKA dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi saat ini, kehadiran pengusaha lokal menjadi sangat penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak,” katanya.

Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi HIPKA di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setelah pengurus wilayah terbentuk, organisasi tersebut akan melanjutkan pembentukan kepengurusan daerah sebelum menyusun program kerja melalui rapat kerja wilayah.

“Kita ingin memastikan pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi Kalimantan Timur,” tutup Salman. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *