merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemadaman Bergilir Ganggu Layanan PDAM, DPRD Minta PLN Terbuka Soal Kerusakan PLTGU

whatsapp image 2026 07 01 at 17.02.23
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai berdampak pada layanan publik. Salah satunya distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda yang ikut terganggu karena operasional instalasi sangat bergantung pada pasokan listrik.

Kondisi tersebut menjadi sorotan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. Menurutnya, persoalan pemadaman listrik tak lagi sekadar mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi telah memengaruhi pelayanan dasar yang diterima masyarakat.

“Tadi kami rapat dengar pendapat dengan PDAM. Salah satu keluhan yang muncul memang suplai air ke masyarakat ikut tersendat karena listrik sering padam. Semua peralatan mereka bergantung pada PLN,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Joha menjelaskan, saat terjadi pemadaman, PDAM memang mengoperasikan genset. Namun kapasitasnya tidak mampu menopang seluruh sistem produksi dan distribusi air sehingga pelayanan tetap terdampak.

“Kasihan juga PDAM. Mereka menggunakan genset, tapi genset itu tidak mampu mengoperasikan seluruh mesin yang dibutuhkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mendesak PLN segera menuntaskan perbaikan gangguan yang menyebabkan pemadaman bergilir. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai kapan kondisi kelistrikan akan kembali normal.

Selain meminta percepatan perbaikan, Joha juga menyoroti minimnya informasi teknis yang disampaikan PLN kepada publik. Hingga kini, masyarakat hanya mengetahui adanya gangguan pembangkit tanpa penjelasan rinci mengenai letak maupun jenis kerusakan yang sedang diperbaiki.

“Yang kami butuhkan penjelasan. Kerusakannya itu di mana, seperti apa, lalu target penyelesaiannya kapan. Jangan hanya disampaikan ada kerusakan, tapi masyarakat tidak tahu persoalannya apa,” ujarnya.

Ia menilai keterbukaan informasi penting untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa pemadaman berkaitan dengan persoalan pasokan bahan bakar pembangkit.

“Itu yang berkembang di masyarakat. Karena informasinya tidak jelas, akhirnya muncul berbagai asumsi. Nah, ini yang seharusnya dijelaskan oleh PLN supaya tidak menimbulkan kebingungan,” katanya.

Joha menegaskan, listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelayanan publik. Karena itu, pemadaman berkepanjangan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Kalau listrik mati, pasti masyarakat mengalami kesulitan. Bukan hanya rumah tangga, pelayanan publik juga terdampak. Jadi kami mendorong agar gangguan ini segera dituntaskan dan pelayanan listrik kembali normal,” tandas Joha. (mell/Adv3/dprdsamarinda)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *