merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ditempa Tiga Pekan di Tengah Terik Kemarau, Beatrice dari Berau Bawa Baki di HUT ke-81 RI

whatsapp image 2026 08 17 at 13.03.54
Beatrice Geraldine L saat menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Kadrie Oening Samarinda, Senin (17/8/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Terik matahari di tengah musim kemarau dan latihan berulang menjadi bagian dari perjuangan Beatrice Geraldine L sebelum akhirnya berdiri sebagai pembawa baki dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gelora Kadrie Oening Samarinda, Senin (17/8/2026).

Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Berau itu menjalani latihan selama kurang lebih tiga pekan. Dalam sehari, latihan dapat berlangsung dari pagi hingga sore dengan tiga sampai empat sesi, termasuk pengibaran dan penurunan bendera yang terus diulang.

Cuaca panas tidak membuat latihan berhenti. Beatrice mengaku rasa lelah tetap ada, tetapi para pelatih terus memberi semangat agar seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas pada hari yang telah dipersiapkan.

“Kami memang capek, tapi pelatih itu selalu menyemangati karena kami harus sukses pada tanggal 17 Agustus. Ini sekali seumur hidup,” kata Beatrice seusai upacara.

Latihan tersebut dijalani Beatrice setelah melewati proses seleksi bersama lima calon pembawa baki lainnya. Keenam calon diuji satu per satu hingga akhirnya Beatrice dinyatakan terpilih untuk menjalankan tugas utama.

Sebelum terpilih, ia juga sempat ditempatkan sebagai calon pembawa baki sekaligus cadangan. Kondisi itu membuatnya terus berusaha menunjukkan kemampuan terbaik selama latihan.

“Dari sekitar enam orang calon pembawa baki, kami dites satu-satu untuk mencari yang terbaik. Puji Tuhan, saya terpilih,” ujarnya.

Selama masa persiapan, Beatrice dan anggota Paskibraka menjalani pembinaan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim. Tiga hari terakhir, mereka dipindahkan ke Hotel Atlet yang ada di kawasan GOR Kadrie Oening.

Bagi Beatrice, seluruh proses tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah. Rasa gugup bahkan masih dirasakannya ketika harus menjalankan tugas di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir.

“Jujur menjadi pembawa baki pagi ini deg-degan, takut juga. Tapi saya selalu bahagia dan berusaha yang terbaik untuk menampilkan hasil latihan saya,” tuturnya.

Beatrice menjadi salah satu anggota Paskibraka yang dipercaya menjalankan tugas pada peringatan kemerdekaan tahun ini. Setelah melewati latihan panjang di tengah cuaca panas, ia akhirnya menuntaskan tugas yang disebutnya hanya akan datang sekali seumur hidup.

“Walaupun kami capek, mau lelah itu harus didorong, enggak boleh dipelihara, karena semuanya harus bisa menyukseskan tanggal 17 Agustus,” pungkas Beatrice. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *