KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Surutnya Sungai Mahakam mulai menjadi persoalan serius bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Sejak kekeringan melanda wilayah tersebut pada Juli 2026, jalur sungai yang selama ini menjadi urat nadi distribusi ikut terganggu, membuat kebutuhan pangan dan energi semakin sulit menjangkau wilayah pedalaman.
Kondisi itu terutama dirasakan masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Ketika debit sungai menyusut, distribusi barang, jasa, hingga mobilitas masyarakat ikut terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memilih momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat Mahulu tetap terpenuhi. Enam truk bantuan diberangkatkan dari halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/8/2026), membawa cadangan pangan, komoditas operasi pasar murah, serta gas LPG.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja nyata pemerintah dalam mengisi kemerdekaan, khususnya memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi perhatian meski berada di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu,” kata Rudy.
Penyaluran tersebut mencakup 9.714 kilogram cadangan pangan. Sementara untuk operasi pasar murah, dikirim 330 sak beras premium Kita kemasan 5 kilogram, 600 kemasan Minyakita 2 liter, dan 1.200 kemasan gula Rose Brand 1 kilogram.
Bantuan energi juga disiapkan berupa gas LPG ukuran 3 kilogram dan 5 kilogram. Seluruh bantuan diarahkan untuk masyarakat di wilayah yang akses distribusinya terdampak surutnya Sungai Mahakam, terutama Long Pahangai dan Long Apari.
Rudy mengatakan kondisi sungai yang surut membuat distribusi tidak hanya menjadi lebih sulit, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
“Begitu surut semua distribusi barang, jasa dan manusia terganggu,” ujarnya.
Karena itu, bantuan tidak hanya dilepas untuk kemudian berhenti di titik yang mudah dijangkau. Rudy meminta distribusi dikawal hingga pos-pos di wilayah pedalaman agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami meminta agar setiap paket bisa sampai ke pos-pos, terutama di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari,” tegasnya.
Dalam pengiriman tersebut, dua dari enam truk membawa gas LPG ukuran 3 kilogram dan 5 kilogram. Sementara truk lainnya mengangkut cadangan pangan dan komoditas kebutuhan pokok untuk operasi pasar murah yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat (PUPR-Pera), kata Rudy, telah diminta mengawal akses darat melalui UPTD yang menangani wilayah setempat.
“Kami sudah meminta kepada Dinas PUPR-Pera, khususnya UPTD yang menangani wilayah setempat, untuk bagaimana akses jalan ini bisa sampai ke sana,” jelasnya.
Pembukaan akses darat menjadi penting karena jalur air kini terkendala dangkalnya sungai, sedangkan distribusi melalui udara membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.
Pemerintah pun mendorong konektivitas darat agar kebutuhan masyarakat di pedalaman tidak selalu bergantung pada kondisi Sungai Mahakam.
Pemprov Kaltim berharap bantuan segera tiba dan dapat didistribusikan kepada masyarakat di wilayah sasaran. Di saat yang sama, Rudy meminta doa agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan kembali turun di Mahulu.
“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya yang ada di Mahakam Ulu, Mudah-mudahan (bantuan) segera sampai tujuan,” pungkas Rudy. (mell)