KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang meluas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memicu pembengkakan kebutuhan logistik dan anggaran operasional. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU terpaksa mengajukan tambahan alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) seiring habisnya anggaran tahap awal di tengah lonjakan penanganan di lapangan.
Sebelumnya, BPBD PPU telah menyerap anggaran BTT awal sebesar Rp107 juta untuk mendukung operasional penanganan karhutla. Namun, tingginya intensitas pemadaman di berbagai titik membuat dana tersebut habis dalam waktu singkat. Merespons kondisi ini, BPBD mengajukan tambahan alokasi ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebesar Rp180 juta.
Pengajuan dana tambahan tersebut telah diproses dan langsung direalisasikan guna menjamin kelancaran penanganan bencana.
“Rp107 juta kemarin sudah habis. Kemudian kami mengajukan kembali ke BKAD untuk pencairan BTT sebesar Rp180 juta. Itu sudah cair dan sudah direalisasikan,” ungkap Kepala Kalaksa BPBD PPU melalui Nurlaila, di Penajam, Kamis 17/09.
Kebutuhan logistik di lapangan menjadi fokus utama dari penggunaan dana BTT tersebut. Alokasi dana digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional dasar, seperti bahan bakar minyak (BBM) armada pemadam, pemeliharaan peralatan, hingga dukungan konsumsi bagi para petugas yang bersiaga dan bertempur melawan kobaran api di medan terik.
Di saat bersamaan, ancaman lain yang tidak kalah serius membayangi wilayah PPU, yakni kekeringan parah dan menurunnya ketersediaan air bersih. Hari tanpa hujan yang berlangsung panjang menyebabkan debit sumber air menyusut drastically dan sumur-sumur milik warga mulai mengering di berbagai desa serta kelurahan.
Situasi kekeringan ini memaksa BPBD PPU membagi fokus untuk mendistribusikan air bersih secara masif kepada warga terdampak. Koordinasi lintas instansi digalang untuk mengerahkan armada tangki air guna menjangkau pemukiman, fasilitas pendidikan, musala, hingga pondok pesantren.
Salah satu wilayah dengan penanganan intensif adalah Babulu Laut. Untuk memenuhi kebutuhan air bagi sekitar 1.180 kepala keluarga (KK) di kawasan tersebut, empat armada tangki dikerahkan serentak ke lokasi.
Dukungan armada tersebut melibatkan sinergi dari Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dengan BPBD sebagai koordinator lapangan.
“Sekarang bergerak empat armada ke Babulu Laut untuk 1.180 KK. Ada dari BWS, PUPR, Perkim dan Damkar. BPBD mengoordinasikan dan menginventarisasi datanya,” kata Nurlaila.
Jangkauan distribusi logistik air bersih terus diperluas. Di wilayah Kecamatan Sepaku, bantuan menyasar beberapa kawasan seperti Karang Jinawi, Kelurahan Sepaku, dan Argo Mulyo. Sementara di Kecamatan Babulu, pasokan air diarahkan ke Babulu Darat, Sepaku Jaya, Gunung Intan, hingga Babulu Laut. Permintaan bantuan serupa juga datang dari daerah lain seperti Salok Loang dan Gunung Steleng.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan air bersih, BPBD memanfaatkan berbagai sumber air yang masih bertahan, seperti embung dan sumur bor di Gunung Intan, serta pasokan dari PDAM untuk wilayah Kelurahan Sepaku. Karena parahnya dampak kekeringan, sebagian wilayah bahkan harus menerima suplai air lebih dari satu kali.
“Kondisi air memang mengering. Sumur-sumur warga sudah banyak yang mengering. Kalau hari tanpa hujan panjang, itu pasti memengaruhi debit air,” ujar Nurlaila.
Mengenai logistik pasokan air, BPBD menginformasikan bahwa alokasi anggaran khusus sebesar Rp10 juta yang disiapkan untuk pembelian air bersih belum seluruhnya terserap. Hal ini dikarenakan pasokan air hingga saat ini masih dapat dipenuhi dari pemanfaatan sumber air bersih yang tersedia di lapangan.
Kabupaten Penajam Paser Utara kini menghadapi dilema ganda yang saling berkaitan. Dengan catatan karhutla yang telah mencapai 145 kejadian dan menghanguskan 282,68 hektare lahan, kebutuhan air untuk pemadaman api berpacu langsung dengan pemenuhan konsumsi air bersih bagi ribuan warga yang terdampak kekeringan.
(Adv37/diskominfoppu/udin.zacrez)