merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Operasi Antik Mahakam 2026 Ungkap 29 Kasus Narkoba di Kukar

screenshot 2026 09 10 140659
Kasatres Narkoba Polres Kukar, AKP Aulia Hadi Rahman

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG — Polres Kutai Kartanegara mengungkap 29 kasus narkotika dalam Operasi Antik Mahakam 2026 yang digelar selama 20 hari, 10 hingga 30 Juli 2026.

Dari puluhan kasus tersebut, Kecamatan Tenggarong dan Kota Bangun menjadi wilayah dengan jumlah pengungkapan terbanyak.

Kasatresnarkoba Polres Kukar AKP Aulia Hadi Rahman mengatakan pengembangan kasus masih menghadapi kendala karena tersangka yang diamankan cenderung menutup informasi terkait jaringan di atasnya.

“Rata-rata dari Tenggarong dan Kota Bangun,” ujar Aulia, Jumat (31/7/2026).

Polisi juga menemukan adanya narkotika yang diduga berasal dari luar negeri. Salah satunya diketahui berasal dari Malaysia.

“Bahkan ada barang narkotika dari Malaysia,” ungkapnya.

Selain jaringan konvensional, Satresnarkoba menemukan modus transaksi dengan memanfaatkan Google Maps. Pelaku menyimpan narkotika di titik tertentu, kemudian mengirimkan koordinat GPS kepada pembeli sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa bertemu langsung.

Modus tersebut kini menjadi perhatian polisi. Penggunaan teknologi dan perangkat pendukung penyelidikan dioptimalkan untuk melacak pelaku yang menggunakan sistem tempel atau ranjau.

Berdasarkan usia, tersangka paling banyak berada pada rentang 21 hingga 30 tahun. Temuan ini menunjukkan kelompok usia produktif masih menjadi bagian dominan dalam mata rantai peredaran narkotika di Kukar.

Polisi juga mengungkap transaksi narkotika di salah satu tempat hiburan keluarga di Tenggarong. Satresnarkoba memastikan pengawasan akan diperketat, termasuk melalui razia malam secara berkala.

Pengawasan juga dapat menyasar kafe apabila terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Bisa juga pengawasan menyasar ke kafe-kafe, apabila terdapat informasi dari masyarakat, terkait dugaan penyalahgunaan ataupun peredaran narkotika,” jelas Aulia.

Sebelumnya, lokasi tempat hiburan tersebut telah tiga kali dilakukan penyisiran. Namun, polisi tidak menemukan indikasi keterlibatan karyawan maupun pihak lain.

Dalam pengungkapan terakhir, pelaku diketahui datang sendiri ke lokasi tempat hiburan keluarga tersebut untuk melakukan transaksi.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *