KALTIMVOICE.ID, MAHAKAM ULU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis, khususnya di wilayah pedalaman, terpencil, dan terluar. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat meninjau progres pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Rabu (7/1/2026).
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dan konektivitas. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi kunci pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen membangun dan memperkuat infrastruktur daerah, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, hingga bandar udara, khususnya di wilayah pedalaman, terpencil, dan terluar seperti Mahakam Ulu,” ujar Rudy Mas’ud.
Pembangunan Bandara Ujoh Bilang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Bandara ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah yang memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, pariwisata, serta sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Keberadaan bandara dinilai strategis agar meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik. Selain itu, Bandara Ujoh Bilang juga diproyeksikan menjadi pintu masuk wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Mahakam Ulu yang dikenal dengan julukan Bumi Urip Keriman, sekaligus membuka peluang investasi baru.
“Bandara ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Dengan konektivitas yang lebih baik, Mahakam Ulu akan semakin terbuka dan berkembang,” tambahnya.
Dari hasil peninjauan, progres pembangunan bandara menunjukkan perkembangan yang signifikan. Runway telah rampung dibangun sepanjang 750 meter dengan lebar badan 23 meter. Sejumlah fasilitas pendukung juga telah tersedia, seperti terminal penumpang, kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), rumah pemadam kebakaran (Damkar), rumah genset, serta rumah pompa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran pembangunan Bandara Ujoh Bilang melalui APBD Tahun 2025 sebesar Rp43 miliar. Hingga Rabu (7/1/2026), progres pembangunan telah mencapai 89 persen dan terus diselesaikan sesuai tahapan yang direncanakan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Awal-Kiesha KSO ini ditargetkan rampung pada Januari 2026 dan direncanakan diresmikan pada awal Februari 2026, dengan operasional menunggu izin dari Kementerian Perhubungan.
Usai meninjau pembangunan bandara, Gubernur Kaltim bersama Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah, didampingi Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Suhuk, melanjutkan kunjungan kerja ke Posyandu Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kaltim menyerahkan bantuan peralatan kesehatan berupa alat antropometri kit kepada TP PKK Kabupaten Mahakam Ulu yang diterima Ketua TP PKK Mahulu Mega Petra Marten. Bantuan tersebut ditujukan agar mendukung pelayanan Posyandu Lavender, Suplir, Teratai, dan Bakung, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah pedalaman Mahakam Ulu. (yud)