KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Timur, Syaharie Jaang, menggelar kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Yayasan Anugerah Lentera Cinta, Samarinda, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara FPK Kaltim, Yayasan Anugerah Lentera Cinta, dan Majelis Taklim Al-Wali.
Acara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota FPK yang terdiri dari beragam suku dan agama. Selain umat Muslim, sejumlah warga Nasrani, Hindu dan lainnya juga turut hadir sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kalimantan Timur.
Syaharie Jaang mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan buka puasa bersama sebagai bentuk kerja sama antara FPK Kaltim, Yayasan Anugerah Lentera Cinta, dan Majelis Taklim Al-Wali. Ini adalah bagian dari siar agama di bulan Ramadan sekaligus mempererat kekeluargaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Majelis Taklim Al-Wali telah berdiri lebih dari 20 tahun dan menjadi bagian dari pembinaan keagamaan masyarakat setempat. Jaang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna menjaga suasana kondusif di Kalimantan Timur sesuai dengan visi dan misi FPK.
“Kita ingin membangun kekeluargaan, kebersamaan, dan menjaga Kalimantan Timur tetap kondusif. FPK sendiri terdiri dari berbagai suku dan agama, sehingga kegiatan seperti ini menjadi nuansa silaturahmi yang sangat penting,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan tidak hanya buka puasa bersama, tetapi juga salat Magrib berjemaah, tausiah, salat Isya, dan tarawih.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Lentera Cinta, Muhammad Thezar Firrizqi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur dan komitmen yayasan dalam bersinergi dengan berbagai pihak.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk bersilaturahmi dan bersyukur karena kami bisa terus bersinergi membantu masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, yayasan yang didirikan pada 2019 itu sebelumnya berlokasi di sekitar wilayah yang sama. Melalui dukungan Pemerintah Kota Samarinda, kini yayasan memiliki gedung baru yang dibangun pada 2025.
Selain melayani anak berkebutuhan khusus, yayasan tersebut juga berencana membuka taman kanak-kanak (TK) serta program kursus bahasa Jerman. Program kursus itu merupakan bagian dari kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Jerman untuk penyaluran tenaga kerja.
“Kami ingin menjadi pusat pelatihan bahasa. Nantinya peserta yang telah memiliki sertifikasi akan mengikuti wawancara dengan perusahaan di Jerman. Jika diterima, mereka akan diberangkatkan ke sana,” terangnya.

Dukungan terhadap kegiatan dan pengembangan yayasan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin. Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai bagian dari sinergi dalam meningkatkan layanan pendidikan, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus.
“Di Kalimantan Timur, setahu saya hanya ada dua layanan khusus untuk anak disabilitas, yakni di Samarinda dan Bontang. Yang aktif saat ini adalah di Samarinda. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kepedulian untuk mendirikan layanan ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah di Samarinda diwajibkan menjalankan program pendidikan inklusi tanpa diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Asli Nuryadin juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung yayasan tersebut dilakukan melalui dukungan Pemerintah Kota Samarinda atas arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ke depan, bangunan tersebut direncanakan akan dihibahkan kepada pihak yayasan untuk mendukung operasional layanan pendidikan.
“Tidak semua orang memiliki kepedulian dan kesediaan mengurus anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, kami memberikan apresiasi dan berharap semakin banyak pihak yang peduli, baik pejabat, mantan pejabat, maupun pengusaha,” ujarnya.

Sebagai informasi, Yayasan Anugerah Lentera Cinta merupakan lembaga sosial di Samarinda yang berfokus pada pendampingan anak-anak autis dan berkebutuhan khusus. Yayasan ini aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan untuk mendukung pengembangan potensi serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.(Mzhra).


