merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bupati Kukar Uji Enam Calon Dewan Pengawas PDAM Tirta Mahakam

screenshot 2026 09 10 141917
Test Calon Dewas PDAM Tirma dihadapan Bupati Kukar.(Sumber : Istimewa/Humas Pemkab)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG — Enam kandidat Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Mahakam menjalani tahap akhir seleksi dengan memaparkan gagasan langsung di hadapan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Selasa (4/8/2026).

Uji paparan tersebut didampingi tim seleksi independen yang terdiri dari akademisi Prof Ince Raden, Prof Iskandar, dan Dr Martina Yulianti.

Enam kandidat yang bertahan terdiri dari tiga pejabat pemerintahan dan tiga calon dari unsur independen. Dari unsur pejabat terdapat Sekda Kukar Sunggono, Asisten III Dafif Haryanto, serta Sekretaris Dinas Perhubungan Yudi Apidiantara.

Sementara dari jalur independen, kandidat yang lolos yakni mantan Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Erwinsyah, mantan Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Kukar Haryo Panani, serta konsultan bisnis Nurkhalis.

Ketua Panitia Seleksi Dewas PDAM Tirta Mahakam, Muhammad Iryanto, mengatakan tahapan tersebut menjadi proses terakhir sebelum penetapan Dewan Pengawas.

“Ini tes terakhir, paparan di hadapan Bupati,” ujar Iryanto.

Dari enam kandidat tersebut, hanya tiga orang yang akan ditetapkan sebagai Dewas PDAM Tirma. Komposisinya terdiri dari satu orang unsur pejabat pemerintahan dan dua orang dari kalangan independen.

Iryanto menegaskan, panitia seleksi hanya bertugas menjalankan seluruh tahapan dan menilai kelayakan kandidat. Keputusan akhir mengenai siapa yang terpilih menjadi Dewas berada di tangan Bupati Kukar.

“Tugas kami hanya menjalankan tahapan seleksi saja,” katanya.

Seleksi jalur independen sebelumnya mendapat antusiasme cukup tinggi. Sejak dibuka pada 29 Juni 2026, sebanyak 37 orang mendaftarkan diri untuk memperebutkan posisi tersebut.

Dari puluhan pendaftar, hanya tiga kandidat yang berhasil melewati seluruh tahapan hingga masuk dalam tahap paparan di hadapan Bupati.

Menurut Iryanto, tingginya persaingan juga dipengaruhi kualitas para peserta yang dinilai memiliki gagasan dan konsep pengawasan yang cukup baik.

“Mereka yang mendaftar, bagus-bagus paparannya konsep pengawasannya,” pungkasnya.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *