merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bukan Kembang Api, Samarinda Sambut Tahun Baru dengan Refleksi

img 20260101 wa0008
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan sambutan ada acara tahun baru 2026 di Teras Samarinda. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Detik-detik pergantian tahun di Samarinda berlangsung dengan nuansa berbeda. Alih-alih pesta kembang api dan hiruk-pikuk euforia, Teras Samarinda justru menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat yang memilih menyambut 2026 dengan doa lintas agama dan pertunjukan seni bernuansa kebudayaan, Rabu malam (31/12/2025).

Ratusan warga memadati kawasan tepian Mahakam itu sejak malam hari. Mereka mengikuti rangkaian acara yang disusun sederhana namun sarat makna, mulai dari doa bersama lintas iman hingga sajian seni yang melibatkan pelaku budaya lokal.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pilihan konsep tersebut bukan tanpa pertimbangan. Pemerintah kota sengaja menghindari perayaan yang bersifat hura-hura sebagai bentuk empati terhadap kondisi nasional, terutama daerah-daerah yang tengah dilanda bencana.

“Kita melaksanakan pelepasan tahun 2025 dan menyambut 2026 dengan suasana reflektif. Ini menjadi momen untuk melihat kembali pencapaian, tantangan, dan hal-hal yang belum sempat kita capai,” ujar Andi Harun.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan imbauan aparat keamanan yang tidak mengizinkan pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Namun, keterbatasan itu justru dimaknai sebagai peluang untuk menghadirkan perayaan yang lebih inklusif dan bermakna.

Panggung hiburan di Teras Samarinda diisi beragam penampilan seni, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan ringan yang menghibur masyarakat. Suasana berlangsung hangat, tanpa teriakan atau letupan petasan, menciptakan ruang kebersamaan yang lebih tenang.

Menurut Andi Harun, memasuki tahun 2026, tantangan pembangunan kota semakin kompleks. Karena itu, fondasi sosial berupa kebersamaan dan toleransi menjadi modal penting yang harus terus dijaga.

“Kota Samarinda adalah rumah kita bersama. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar kota ini terus tumbuh dan memberi manfaat bagi warganya,” katanya.

Ia juga menilai situasi malam pergantian tahun yang berjalan aman dan tertib mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi momentum tahunan. Tidak adanya insiden menonjol dinilai sebagai capaian bersama antara warga dan seluruh unsur pengamanan.

“Alhamdulillah perayaan berlangsung sederhana, tidak berbiaya mahal, tanpa kembang api dan petasan berlebihan, serta tidak ada peristiwa menonjol. Ini menunjukkan Samarinda semakin matang dan solid secara sosial,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *