KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pembenahan transportasi perkotaan di Samarinda diakui masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mendorong transformasi angkutan kota menuju kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara terbuka mengakui sektor transportasi masih menjadi titik lemah yang perlu segera dibenahi bersama. “Ini satu PR kita bersama. Kalau boleh saya katakan, ini masih menjadi titik lemah dari Pemerintah Kota Samarinda,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Sebagai langkah awal, ia mengaku telah berdiskusi dengan para pelaku usaha transportasi terkait peluang mengubah angkot berbahan bakar minyak menjadi armada listrik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Konsep transportasi massal berbasis listrik sejatinya telah masuk dalam rencana pemerintah kota. Namun, realisasi armada bus listrik masih terbentur tingginya biaya pengadaan, terlebih di tengah kondisi anggaran yang sedang mengalami efisiensi.
“Satu bus itu sangat mahal, dan kita akan lihat perkembangan APBD 2027. Mudah-mudahan keadaannya segera pulih,” jelasnya.
Karena itu, Pemkot memilih mendorong keterlibatan swasta sebagai jalur percepatan. Pemerintah disebut siap memfasilitasi penyusunan trayek bagi pengusaha yang serius mengembangkan transportasi listrik di Samarinda.
“Kalau ada pengusaha yang ingin mentransformasi angkutan kotanya menjadi angkutan listrik, maka kami akan segera membantu penyusunan trayek di seluruh wilayah kota,” tegasnya.
Arah kebijakan tersebut selaras dengan cita-cita menghadirkan transportasi berbasis energi hijau atau green energy di Kota Tepian. “Kita ingin memang transportasi kita berbasis green energy,” tuturnya.
Selain armada, ia juga menyinggung penggunaan badan jalan yang masih kerap terganggu parkir sembarangan. Menurutnya, pembenahan transportasi tak cukup hanya lewat kebijakan pemerintah, tetapi juga perlu perubahan perilaku masyarakat.“Kalau bukan kita sendiri yang berubah, maka tidak akan pernah berubah.” pungkasnya. (mell)