desain sukseskan kukar idaman terbaik

Lima Tahun Jadi Binaan Diskop-UKM, Keroncong 3 Putra Manfaatkan Pelatihan hingga Pameran untuk Berkembang

whatsapp image 2026 09 22 at 19.32.12
(Foto : Ln/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Lima tahun menjadi bagian dari pembinaan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) membuat UMKM Keroncong 3 Putra Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berupaya memperluas pasar.

Pelaku UMKM Keroncong 3 Putra, Patmi Wati (22), mengatakan bahwa selama menjadi binaan Diskop-UKM Kukar, ia mendapatkan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Mulai dari mengikuti pelatihan hingga terlibat dalam berbagai kegiatan pameran dan bazar.

“Alhamdulillah selama saya di sini lima tahunan,” kata Patmi Wati saat ditemui dalam Bazar TNI dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0906/Kukar, Selasa (22/9/2026).

Menurut Patmi, pembinaan yang diterimanya tersebut tidak hanya sebatas kesempatan memasarkan produk saja. Dalam sejumlah pelatihan, pelaku UMKM juga mendapat dukungan peralatan usaha seperti open dan kompor.

“Pertama, dari open dan kompor setiap pelatihan kita dapat. Walaupun kita gantian ikut pelatihannya dengan UMKM lain,” ujarnya.

Kesempatan mengikuti pameran dan bazar menjadi hal yang selalu ia tunggu. Pasalnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar baru.

Selain mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi pemerintah, Patmi juga rutin memasarkan produknya secara mandiri melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan depan Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura setiap akhir pekan.

“Saya biasanya standby juga di Car Free Day depan keraton setiap minggu. Stand saya di sebelah Museum Mulawarman,” tuturnya.

Produk yang dijual Patmi tidak hanya kue keroncong. Ia juga membawa sejumlah makanan ringan dan kuliner khas Kutai, di antaranya serabai, keripik singkong, keripik tempe, keripik pisang hingga amplang balet yang menggunakan bahan walet.

Dalam Bazar TNI tersebut, produk khas Kutai bahkan menarik perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono saat meninjau stan UMKM binaan Diskop-UKM.

Patmi mengatakan bahwa Sunggono sempat menanyakan produk yang menjadi ciri khas Kutai itu. Ia kemudian menjelaskan serabai dan kue keroncong sebagai salah satu produk yang dibawanya.

“Tadi Sekda tanya ciri khas Kutai, kue serabai dan kue keroncong, amplang balet. Tadi ditanyakan karena kami kiriman dari Dinas Koperasi dan UKM,” jelasnya.

Sunggono kemudian memesan langsung serabai dan kue keroncong dari stan tersebut. Untuk harga, serabai dijual Rp10 ribu per tiga buah, sedangkan kue keroncong dibanderol Rp10 ribu untuk sembilan buah.

Patmi mengaku senang setiap kali mendapat kesempatan mengikuti kegiatan bazar atau pameran. Menurutnya, kegiatan ini membantu UMKM binaan pemerintah semakin dikenal masyarakat.

“Alhamdulillah Pak Sekda setiap acara pasti mengunjungi dan standby di UMKM kami,” bebernya.

Ia berharap kegiatan bazar maupun pameran yang melibatkan UMKM dapat lebih sering digelar. Menurutnya, kegiatan seperti itu memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, terutama dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat.

“Harapannya sering diadakan kegiatan seperti ini. Karena ini sangat bermanfaat. Kalau bagi kami UMKM, kami jadi lebih dikenal. Ini jadi ajang kami mempromosikan dagangan kami,” harapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan keterlibatan UMKM dalam Bazar TNI menjadi bagian dari upaya untuk memeriahkan HUT TNI sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya. Ia menyebut sejumlah UMKM dari Kukar, khususnya Tenggarong, dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kita lagi memperingati HUT TNI. Tentu kita Kutai Kartanegara melalui Dinas Koperasi dan UKM, khususnya UMKM yang ada di kita ikut memeriahkan kegiatan bazar HUT TNI,” kata Reza.

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono mengatakan UMKM yang mengikuti bazar tersebut hanya sebagian kecil dari jumlah UMKM yang selama ini mendapatkan pembinaan.

“Ini sebagian kecil. Kan sangat banyak sebenarnya, ratusan yang dibina,” tutup Sunggono.

(Ln/adv20/kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *