KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Musim kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur membawa dampak serius bagi Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Debit Sungai Mahakam yang terus menyusut membuat jalur distribusi logistik ke wilayah hulu, terutama Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, terganggu. Padahal, sungai selama ini menjadi urat nadi utama pengiriman barang ke dua kecamatan tersebut.
Wakil Ketua II DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis mengungkapkan, kondisi sungai yang dangkal membuat distribusi kebutuhan pokok tersendat sehingga berisiko mengerek harga di pasaran. Ia mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten segera bergotong royong menangani persoalan ini, alih-alih menunggu situasi kian memburuk.
“Karena hari ini kemarau panjang, sungai juga sedang surut, jadi kami meminta kepada pemerintah untuk bisa bergotong royong antara provinsi dan juga kabupaten,” ujar Ananda kepada Kaltimvoice.id di Kantor DPRD Kalimantan Timur, belum lama ini.
Menurutnya, prioritas paling mendesak saat ini adalah memastikan jalur distribusi tetap berjalan agar pasokan barang tidak terganggu. Ia menegaskan hal itu sebagai kunci utama sebelum langkah-langkah lain diambil, sebab begitu pasokan tersendat, kenaikan harga sembako sulit dihindarkan.
“Yang terpenting adalah jangan sampai pasokan barang-barang harga sembako itu naik. Jadi harus segera,” tegasnya.
Ananda pun mengapresiasi langkah cepat Gubernur Kaltim yang sebelumnya pada 17 Agustus lalu telah melepas bantuan cadangan pangan dan komoditi untuk operasi pasar murah, khususnya wilayah Long Pahangai dan Long Apari.
Baginya, operasi pasar murah semacam ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mengendalikan gejolak harga di tengah keterbatasan pasokan.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa operasi pasar sifatnya hanya solusi darurat yang tidak bisa terus-menerus diandalkan. Sebab jalur darat menuju Mahulu membutuhkan waktu pengerjaan yang panjang, sehingga persiapan dan antisipasi mesti dimulai sejak sekarang, bukan menunggu krisis kembali terjadi.
“Jangan hanya, wah ini setiap kali kemarau surut, ya kan, operasi pasar. Tapi bagaimana jangka ke depannya,” katanya.
Ananda mengingatkan pentingnya perbaikan jalur darat di Mahulu sebagai solusi jangka panjang yang lebih permanen. Menurutnya, ketergantungan warga pada transportasi sungai perlu segera dikurangi lewat perbaikan infrastruktur darat, sehingga persoalan distribusi tidak berulang setiap kali musim kemarau tiba.
“Teman-teman di Mahakam Ulu itu juga jalur distribusi logistik, jalur daratnya itu bisa kita perbaiki sesegera mungkin,” ujarnya, seraya kembali menekankan perlunya kolaborasi lintas pemerintahan.
Di sisi lain, Ananda juga mendukung opsi rekayasa cuaca yang disiapkan Pemprov Kaltim pada 22–27 Agustus apabila hujan tak kunjung turun.
Menurutnya, berbagai langkah perlu dijalankan secara bersamaan agar dampak kemarau terhadap masyarakat Mahulu dapat ditekan.
“Jadi banyak hal yang bisa kita jalankan. Yang terpenting satu per satu harus dijalankan semua,” pungkas Ananda. (mell)