merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pusat Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Sekolah Berstandar Internasional di Penajam Paser Utara

whatsapp image 2026 09 18 at 10.09.02
Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan komitmen Pemkab PPU dalam menyiapkan generasi muda lokal melalui hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional. Pembangunan fasilitas pendidikan bernilai Rp250 miliar tersebut menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur SDM di kawasan penyangga IKN. (Foto : udin.zacrez/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Kabar gembira menghampiri masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Komitmen dan keseriusan pemerintah pusat dalam memenuhi infrastruktur pendidikan berstandar tinggi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut makin nyata dengan segera dimulainya pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Sekolah berstandar internasional yang diperuntukkan bagi jenjang SMP ini berlokasi di Kecamatan Babulu dengan mengucurkan anggaran yang fantastis, yakni mencapai sekitar Rp250 miliar.

Bupati PPU Mudyat Noor mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Ia menjelaskan, proses pembangunan SNT di PPU telah memasuki tahapan final setelah Pemerintah Kabupaten PPU menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan pemerintah pusat belum lama ini. Selanjutnya, pembangunan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada November 2026.

“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” kata Mudyat Noor.

Besarnya alokasi anggaran Rp250 miliar tersebut menjadi bukti konkret perhatian pusat terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di kawasan bufferzone IKN agar mampu menjadi pusat pengembangan SDM unggul.

Mudyat menegaskan, pembangunan SNT tidak hanya berorientasi pada penyediaan gedung sekolah, tetapi lebih jauh diarahkan untuk mencetak generasi PPU yang memiliki kompetensi, karakter, serta daya saing tinggi.

Terlebih, posisi PPU yang berada di kawasan penyangga IKN membutuhkan dukungan SDM lokal yang mampu mengambil peran dalam berbagai peluang pembangunan dan ekonomi yang terus berkembang.

“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan SDM yang unggul, maju, dan mampu bersaing di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan penyangga IKN,” jelasnya.

Meski difokuskan bagi putra-putri daerah, akses masuk ke sekolah tersebut nantinya tidak dilakukan secara otomatis. Calon peserta didik tetap harus mengikuti proses seleksi yang cukup ketat karena sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada standar internasional. Pemkab PPU memperkirakan sekitar 5.000 calon siswa berpotensi mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kursi di sekolah tersebut.

“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” jelas Mudyat.

Program SNT ini sekaligus menjadi kesempatan yang amat berharga dan eksklusif bagi daerah di Kalimantan Timur. Pasalnya, dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim, hanya PPU dan Kabupaten Mahakam Ulu yang berhasil mendapatkan kepercayaan dan undangan untuk mengikuti program tersebut.

Pemkab PPU menegaskan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hadirnya SNT diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan di PPU. Dengan fasilitas dan standar pendidikan yang tinggi, sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan.

“Pemerintah daerah terus berupaya agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

(Adv38/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *