KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sebanyak 3.000 masker yang dibagikan DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur kepada pengendara di Simpang Lembuswana, Samarinda, ludes kurang dari 30 menit. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara Samarinda yang kian memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker berlangsung pada Jumat, (18/9/2026) pagi. Puluhan kader Demokrat dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) turun langsung membagikan masker kepada pengendara yang berhenti di lampu merah.
Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Hari ini melakukan pembagian masker dari Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur sebagai bentuk respons kita terhadap kondisi udara, khususnya Samarinda yang hari ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Bambang.
Sebanyak sekitar 50 kader dikerahkan dalam aksi tersebut. Mereka dibagi menjadi empat regu untuk membagikan masker dari empat arah menuju Simpang Lembuswana, yakni dari Jalan M Yamin, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Pembangunan, dan Jalan Ruhui Rahayu.

Masker dibagikan langsung kepada pengendara ketika lampu merah. Menurut Bambang, 3.000 masker yang disiapkan bahkan habis sebelum kegiatan berlangsung setengah jam.
“Hari ini sekitar 3.000 masker yang kita bagikan, enggak sampai setengah jam sudah habis,” jelasnya.
Kendati demikian, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebatas membagikan masker, melainkan juga mendorong masyarakat lebih sadar terhadap risiko kesehatan saat berada di luar ruangan.
“Intinya kita mengedukasi masyarakat bahwa sangat penting menggunakan masker untuk menjaga kesehatan pada saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” tambahnya.
Demokrat juga akan memperluas edukasi melalui media sosial agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara sedang buruk.
Lebih lanjut, ia mengingatkan warga tidak menganggap kondisi udara saat ini sebagai persoalan sepele, terutama bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah.
“Kita coba terapkan juga di medsos supaya informasi ini semakin menyebar edukasinya sehingga masyarakat lebih aware terhadap kesehatan pribadi. Jangan menganggap remeh kondisi udara hari ini yang tidak baik-baik saja,” pungkasnya. (mell)