merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Proyek Teras Samarinda Tahap II Dikebut, Segmen 4 Terancam Molor Imbas Lelang Ulang

img 20251206 wa0004
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau progres proyek Teras Samarinda Tahap II pada Jum'at (5/12/2025). (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda kembali menegaskan keseriusannya menyelesaikan pembangunan Teras Samarinda Tahap II yang menjadi salah satu proyek revitalisasi tepi Sungai Mahakam. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turun langsung meninjau progres pekerjaan pada Jumat (5/12/2025).

Ia menekankan bahwa percepatan harus tetap mengutamakan kualitas. “Saya ingin memastikan tiap segmen bekerja sesuai standar,” ujarnya.

Pengerjaan Teras Samarinda Tahap II terbagi dalam empat segmen. Tiga segmen pertama—1, 2 dan 3—dilaporkan menunjukkan progres yang cukup baik, dengan penyelesaian konstruksi dan penataan ruang publik yang mendekati target. Pemerintah optimistis ketiganya rampung bulan ini.

Namun situasi berbeda terjadi pada segmen 4 yang disebut memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi. “Segmen ini memang paling teknis, jadi kita harus lebih cermat,” kata Andi.

Hambatan terbesar segmen 4 terjadi sejak awal akibat proses lelang yang harus dibatalkan. Pemerintah menemukan adanya ketidaksesuaian pemenuhan ketentuan hukum pada penyedia sebelumnya sehingga seluruh proses mesti diulang. Kondisi itu otomatis membuat jadwal pengerjaan mundur lebih jauh dibanding segmen lainnya.

Selain urusan administratif, kompleksitas teknis juga menambah beban waktu karena banyak pekerjaan menyangkut sistem drainase baru serta sambungan saluran eksisting. Salah satu titik tersulit adalah pertemuan saluran pembuangan yang membentuk pola “plus” sehingga penyambungan harus presisi agar aliran air tidak terganggu.

Di sisi lain, komponen drainase menggunakan metode free cast yang diproduksi di Balikpapan sehingga waktu pengiriman menjadi variabel tambahan. “Kalau sambungan tidak tepat, risiko genangan akan muncul lagi. Itu yang kita hindari,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, progres lapangan secara keseluruhan masih dianggap memadai. Dalam peninjauan, Andi menemukan beberapa pekerjaan minor yang harus diperbaiki, seperti kelandaian lantai, penguncian besi, hingga pengecatan. Ia meminta seluruh temuan segera ditindaklanjuti agar tidak memengaruhi kualitas akhir proyek. “Perbaikan kecil jangan menunggu lama, langsung diselesaikan,” tegasnya.

Pemkot juga menekankan tidak ada toleransi bagi pekerjaan yang melewati batas kontrak. Jika hingga 30 Desember segmen 4 belum tuntas, sanksi denda akan diberlakukan sesuai regulasi. Selain itu, tahapan pemeliharaan juga bakal diperhatikan ketat sebelum kawasan dibuka untuk umum. “Libur tahun baru, saya kira kita masih harus uji coba dulu ya, karena masih masuk masa pemeliharaan,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *