merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemkot Siapkan Revitalisasi, Pasar Galunggung Jadi Ikon Pasar Barang Antik Kota Tepian

whatsapp image 2025 09 26 at 17.38.59 46fe239f
Pasar Galunggung yang terletak di Kawasan Citra Niaga, Samarinda. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kawasan Citra Niaga di Kota Tepian tak hanya dikenal sebagai pusat keramaian, tetapi juga menjadi magnet bagi pencinta barang antik dan barang bekas bermerek alias thrifting. Salah satu yang paling populer adalah Pasar Galunggung, lorong sempit yang dipenuhi deretan kios pakaian bekas bermerek dan barang antik dengan harga ramah kantong.

Kini, wajah pasar legendaris tersebut akan berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan revitalisasi besar-besaran untuk menjadikannya pusat UMKM modern sekaligus daya tarik wisata belanja. Berdasarkan paparan konsultan perencana pada Selasa (22/9/2025), Pasar Galunggung akan dibangun menjadi gedung dua lantai dengan kapasitas hingga 128 kios.

Proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp25,4 miliar, dengan target mulai digarap pada 2026. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pengerjaan tidak sekaligus, melainkan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Pengerjaannya bisa kita lakukan dalam dua tahun. Dilihat dulu sisi mana yang dapat diselesaikan terlebih dahulu, mungkin infrastruktur,” kata Andi Harun, Jum’at (26/9/2025).

Selain pembenahan fisik, Pemkot juga memastikan pengelolaan kawasan Citra Niaga, termasuk Pasar Galunggung akan berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Menurut Wali Kota, langkah ini dinilai tepat karena dinas tersebut memiliki kewenangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.Bahkan, ia mendorong agar jejak sejarah Citra Niaga beserta pasar ikonik lain di Samarinda terdokumentasi secara utuh.“Penting ada narasi sejarah yang dibukukan, agar anak cucu kita nanti tahu perjalanan pembangunan kota ini,” tambahnya.

Kondisi terkini Pasar Galunggung memang memerlukan revitalisasi. Dari pantauan di lapangan, bangunan pasar masih sederhana, hanya terdiri atas satu lorong utama. Kios-kios berjajar di kanan kiri, sebagian besar menawarkan pakaian bekas mulai kemeja, kaos, hingga jaket yang digantung berderet. Ada juga etalase kaca berisi tas, dompet, sepatu, hingga aksesori.

Atap seng dan rangka besi tua menaungi kios, sementara lampu neon yang digantung seadanya menjadi satu-satunya penerangan. Situasi ini membuat pengunjung kerap mengeluhkan keterbatasan ruang serta kenyamanan. Salah satu pedagang yang ditemui mengaku belum mendapat informasi jelas terkait rencana pembangunan ulang pasar.

“Untuk revitalisasi saya kurang tahu ya, Mbak. Tapi kalau pasar ini memang kondisinya hanya satu lorong saja,” ucapnya, Jum’at (26/9/2025).

Isa, warga Samarinda yang kerap berkunjung, menyambut antusias rencana pemerintah. “Kalau Pasar Galunggung dibenahi, pasti lebih ramai pengunjung. Selama ini tempatnya hanya satu lorong kecil, jadi kalau sudah ditata bisa lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli,” tuturnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *