KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – RSUD Inche Abdoel (I.A) Moeis Samarinda berpeluang mengembangkan layanan bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF). Rencana itu mulai dibahas setelah peresmian Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD I.A Moeis, Senin (31/8/2026).
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan. Sejumlah kebutuhan mulai dari aspek teknis, fasilitas hingga harga peralatan masih harus dihitung sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Ini lagi direncanakan. Kita juga mau lihat teknisnya bagaimana, terus anggaran dan harga alatnya berapa,” ujar Celni.
Menurutnya, kehadiran layanan bayi tabung di RSUD I.A Moeis akan memudahkan warga Samarinda yang selama ini harus menjalani proses tersebut di luar daerah. Selain menghemat biaya perjalanan, pasien juga tidak perlu berulang kali bepergian menggunakan pesawat.
“Sehingga nanti warga Samarinda khususnya tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan proses bayi tabung di luar daerah. Jadi, bisa di sini,” katanya.
Celni mengatakan pembahasan tersebut dilakukan bersamaan dengan proses perencanaan anggaran. Jika memungkinkan, pengadaan fasilitas bayi tabung dapat diarahkan pada anggaran 2027.
“Jadi, kalau bisa secara segera direalisasi mungkin di anggaran 2027 mungkin bisa. Mumpung lagi masa perencanaan,” ujarnya.

Rencana itu mendapat dukungan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menyebut Gedung KIA RSUD I.A Moeis memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan berpeluang dikembangkan untuk layanan bayi tabung.
Namun, pengembangan tersebut membutuhkan tambahan fasilitas medis. Andi Harun memperkirakan kebutuhan anggarannya berada di kisaran Rp10 miliar hingga Rp12 miliar.
“Kita perlu mengadakan tambahan fasilitas medis dengan kurang lebih sekitar 10 sampai 12 miliar. Dan kita akan memberikan dukungan itu,” ujar Andi Harun.
Andi Harun juga telah meminta agar rencana tersebut dituangkan dalam proposal dan usulan untuk melihat kemungkinan pengadaannya pada tahun depan. Ia menyebut, saat ini layanan bayi tabung di Pulau Kalimantan baru tersedia di Kalimantan Barat.
Jika fasilitas tersebut nantinya terealisasi di RSUD I.A Moeis, Andi Harun berharap masyarakat Kaltim tidak perlu lagi pergi jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan bayi tabung.
Peresmian Gedung KIA sendiri menjadi bagian dari rangkaian penguatan fasilitas kesehatan di Samarinda. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Samarinda turut meresmikan empat puskesmas, yakni Puskesmas Mangkupalas, Harapan Baru, Bantuas, dan Sungai Kapih.
Celni berharap pembaruan fasilitas kesehatan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap fasilitasnya sudah ditunjang dengan baik. Semoga pelayanannya juga bisa jauh lebih baik,” pungkasnya. (mell)