desain sukseskan kukar idaman terbaik

Karhutla Pelita 8 Sambutan Sulit Padam, Api Masih Merambat di Bawah Gambut

whatsapp image 2026 10 06 at 09.30.48
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri memeriksa kondisi tanah menggunakan tongkat kayu saat lokasi karhutla di jalur poros Samarinda–Anggana, Senin (5/10/2026) sore. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, belum sepenuhnya padam. Meski sebagian permukaan lahan terlihat telah terbakar habis, api masih bergerak di lapisan gambut sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Kondisi tersebut terlihat saat Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri meninjau lokasi karhutla di jalur poros Samarinda–Anggana, Senin (5/10/2026) sore. Ia datang bersama Kepala BPBD Samarinda Suwarso, Camat Sambutan, Lurah Pulau Atas serta jajaran tim penanganan karhutla.

Di lokasi, Saefuddin turut memeriksa kondisi tanah menggunakan tongkat kayu. Pemeriksaan itu menunjukkan lapisan gambut di bawah permukaan masih cukup dalam, menjadi salah satu alasan api dapat bertahan dan kembali muncul meski bagian atas lahan tampak telah padam.

“Kalau kita lihat memang dasarnya gambut. Di atas kelihatannya sudah padam, tapi di bawahnya itu merambat,” kata Saefuddin usai meninjau lokasi karhutla di jalur poros Samarinda–Anggana.

Karakter lahan gambut tersebut membuat pemadaman tidak bisa hanya menyasar titik api yang terlihat. Tim harus memastikan air juga menjangkau lapisan bawah tanah agar bara tidak kembali menyala dan menyebar ke area lain.

Menurut Saefuddin, kondisi itu turut membuat personel gabungan harus bekerja lebih keras. BPBD, petugas pemadam, Satpol PP hingga relawan telah berulang kali dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran yang berlangsung hampir dua bulan di sejumlah titik.

Ia mengakui upaya tersebut tidak mudah. Banyaknya titik yang harus ditangani serta api yang terus bergerak membuat tenaga personel di lapangan terkuras.

“Teman-teman sudah kelelahan untuk mengatasi itu. Dari bawah itu harus kalau memadamkan ekstra, mulai dari atas iya, dari bawah iya. Makanya dobel,” tuturny.

Selain memastikan api tidak meluas, Pemkot Samarinda juga memperhatikan jalur utama yang menjadi akses masyarakat dari dan menuju kawasan Makroman, Pulau Atas, serta Sindang Sari. Titik-titik yang dinilai vital dijaga agar aktivitas warga tidak terganggu oleh kobaran api maupun asap.

Saefuddin menyebut penanganan karhutla juga menghadapi persoalan luasnya area yang terdampak. Ia mengatakan kebakaran yang bermula dari sejumlah titik di sekitar Makroman telah merembet hingga kawasan Pelita 8.

Kondisi tersebut membuat pemerintah dan tim gabungan harus terus melakukan pemantauan sekaligus pemadaman di titik-titik yang masih berpotensi terbakar kembali.

Di tengah penanganan yang belum tuntas, Pemkot Samarinda memastikan status tanggap darurat karhutla akan diperpanjang. Keputusan tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan intensif.

“Insyaallah Pak Wali Kota akan memberikan perpanjangan tanggap darurat. Karena kalau melihat keadaan ini. Semoga tidak panjang,” katanya.

Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Samarinda dapat segera meluas ke kawasan yang masih dilanda karhutla. Menurutnya, curah hujan menjadi salah satu faktor penting untuk membantu meredakan kebakaran yang terus ditangani tim gabungan.

“Mudah-mudahan Allah selekasnya memberikan hujan,” harapnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *