merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Inflasi Kutim Tetap Terkendali Meski Harga Tinggi, Disperindag Prioritaskan Ketersediaan Barang

img 20251121 wa0012
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan tingkat inflasi daerah tetap terkendali meskipun harga sejumlah bahan pokok cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah produsen. Langkah strategis yang diambil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yakni memprioritaskan ketersediaan barang, bukan sekadar menurunkan harga.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan, kebijakan ini berangkat dari karakter sosial masyarakat Kutim sebagai daerah konsumen. “Masyarakat kita lebih memilih barang tersedia daripada harga murah. Selama pasokan aman, harga tinggi masih bisa diterima,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Menurut Dony, harga barang di Kutim tidak hanya dipengaruhi faktor produksi, melainkan struktur logistik yang kompleks. Hampir seluruh komoditas didatangkan dari Jawa, Sulawesi, dan Samarinda. Biaya transportasi laut, bongkar muat, hingga distribusi darat antar kecamatan menambah beban harga secara berlapis. “Yang penting pasokan tidak terputus. Kalau sudah langka, dampaknya jauh lebih berbahaya daripada harga naik,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas, Disperindag memantau 20 komoditas pangan setiap hari melalui Sistem Informasi Harga Pangan. Data pemantauan ini menjadi dasar untuk melaksanakan operasi pasar, koordinasi dengan distributor, dan evaluasi kebijakan.

Dony menegaskan, pemerintah tidak ingin mengambil langkah ekstrim seperti pembatasan harga tanpa dukungan pasokan. “Kebijakan harga tanpa pasokan itu percuma. Fokus kami adalah availability,” ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan distributor besar untuk memastikan stok aman, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti libur panjang, Idul Fitri, Natal, dan tahun baru. Pembaruan data stok gudang dilakukan setiap pekan.

Menurut Dony, keberhasilan menjaga inflasi tidak terlepas dari psikologi pasar yang tetap stabil. “Inflasi terkontrol justru karena barang tetap ada. Psikologis pasar itu penting,” tuturnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *