merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Dinkes Kaltim Tingkatkan Kewaspadaan, Sembilan Warga Meninggal akibat DBD hingga Pertengahan September

whatsapp image 2025 09 18 at 14.16.27 350a2e4e
Ket. Foto: ilustrasi.

KALTIMVOICE, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus bertambah di sejumlah daerah. Hingga 15 September 2025, tercatat sembilan warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kasus kematian terbaru dilaporkan di Kota Bontang pada September ini, di mana dua orang meninggal dunia. Menyikapi hal tersebut, Dinkes Kaltim langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang untuk menelusuri penyebab kasus lebih lanjut.

“Kami segera melakukan pendalaman terhadap kasus kematian di Bontang, termasuk menggelar rapat daring bersama jajaran Dinkes setempat untuk memastikan langkah tindak lanjut,” jelas Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Kamis (18/9/2025).

Adapun sebaran kasus kematian akibat DBD di Kaltim hingga pertengahan September 2025 tercatat di beberapa wilayah, yakni Kutai Barat (2 orang), Paser (2 orang), Berau (1 orang), Balikpapan (1 orang), Kutai Kartanegara (1 orang), Penajam Paser Utara (1 orang), serta Samarinda (1 orang).

Sementara itu, jumlah kasus positif DBD cukup tinggi, dengan rincian: Balikpapan (987 kasus), Kutai Kartanegara (689 kasus), Samarinda (544 kasus), Kutai Timur (400 kasus), Bontang (287 kasus), Paser (272 kasus), Penajam Paser Utara (174 kasus), Kutai Barat (166 kasus), Berau (51 kasus), dan Mahakam Ulu (8 kasus).

Jaya menuturkan, sebagian besar penderita DBD adalah anak-anak sehingga perlu kewaspadaan lebih tinggi dari orang tua maupun pihak sekolah. Ia juga meminta tenaga kesehatan di setiap daerah untuk aktif memberikan edukasi pencegahan kepada masyarakat.

“Tenaga kesehatan harus terus menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap peningkatan kasus DBD,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diingatkan menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Menjaga kebugaran tubuh melalui pola hidup sehat juga dinilai penting sebagai upaya pencegahan. “Laksanakan 3M secara konsisten dan jaga kebugaran tubuh dengan olahraga teratur agar daya tahan tetap kuat,” tutupnya.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *