merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Beasiswa Gratispol Jadi Senjata Pemprov Kaltim Siapkan SDM Menyongsong IKN

whatsapp image 2025 09 25 at 13.38.11 cc90edfb
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bukan hanya soal pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, Pemprov Kaltim menekankan pentingnya menyiapkan manusia yang mumpuni agar tak sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama di tanah sendiri.

Langkah nyata terlihat pada tahun 2025, pemerintah daerah mengalokasikan Rp 17,7 miliar untuk program beasiswa Gratis Pola Pembiayaan Khusus (Gratispol). Skema ini memberi kesempatan putra-putri Bumi Etam menimba ilmu di perguruan tinggi terbaik, baik dalam negeri maupun di luar negeri, dengan harapan mereka kembali dan mengabdikan diri setelah lulus.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa beasiswa ini bukan hanya soal biaya kuliah. “Seleksi saat ini masih berlangsung. Fokus kami adalah memastikan beasiswa ini benar-benar diterima pelajar yang berprestasi dan mampu membawa nama baik daerah,” katanya, Kamis (25/9/2025).

Pemprov Kaltim menargetkan mahasiswa yang diterima di kampus-kampus papan atas Indonesia, termasuk UI, UGM, ITB, IPB, Unair, Undip, Unhas, ITS, Unpad, dan UB. Namun, fokus utama bukan sekadar nama besar kampus, melainkan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan strategis daerah.

“Program studi seperti dirgantara, kedokteran, layanan pendidikan khusus, hingga penataan kota sangat relevan untuk pembangunan Kaltim, terutama dalam menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelas Dasmiah.

Untuk jalur luar negeri, aturan dibuat lebih ketat. Hanya pelajar dengan rekam jejak prestasi internasional yang berhak mendaftar. Prestasi tersebut bisa datang dari berbagai bidang, mulai dari kompetisi Al-Qur’an, olahraga, hingga teknologi.

Menurut Dasmiah, mekanisme ini penting untuk menjaga kredibilitas program. “Beasiswa ini bersifat selektif dan berbasis prestasi. Kami tidak bisa memberikannya sembarangan karena jika salah sasaran akan menimbulkan ketidakpuasan masyarakat. Transparansi menjadi prinsip utama kami,” tegasnya.

Setiap mahasiswa penerima beasiswa wajib menandatangani perjanjian untuk kembali ke Kaltim. Untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman dari luar harus diterapkan di daerah, bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Kaltim tidak hanya berhasil secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya. Inilah investasi jangka panjang pemerintah dalam mencetak SDM unggul,” tutur Dasmiah.

Melalui program ini, Pemprov Kaltim ingin membangun pondasi generasi emas yang siap mengabdi di era baru, sekaligus menyongsong hadirnya IKN. Bagi Dasmiah, Gratispol adalah investasi yang akan menghasilkan pemimpin, tenaga ahli, hingga inovator masa depan.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencetak generasi emas Kaltim yang siap mengabdi, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *