desain sukseskan kukar idaman terbaik

Bupati PPU Minta Pemuda Sepaku Ambil Peran Strategis Sambut Pembangunan IKN

whatsapp image 2026 11 02 at 17.28.23
Mudyat Noor menyebutkan ajang Pokar yang kini telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat tersebut bukan sekadar wadah adu ketangkasan atau kompetisi olahraga antardesa semata.

KALTIMVOICE.ID, SEPAKU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meminta generasi muda di Kecamatan Sepaku untuk mengambil peran strategis dalam dinamika pembangunan seiring pesatnya perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut dinilai sangat krusial agar masyarakat lokal, khususnya kalangan pemuda, mampu bertransformasi menjadi bagian dari pelaku utama pembangunan daerah dan nasional, serta tidak hanya berada dalam posisi sebagai penonton.

Pesan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Mudyat Noor saat menghadiri malam apresiasi sekaligus secara resmi menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku yang dipusatkan di Desa Bumi Harapan, Jumat (30/10) malam.

“Wilayah Sepaku merupakan bagian inti dari kawasan IKN, masyarakatnya harus bisa menjadi pemain inti. Jangan sampai peluang yang ada justru lebih banyak dimanfaatkan pihak lain, sementara masyarakat lokal tidak mengambil bagian di dalamnya,” tegas Mudyat di hadapan jajaran Karang Taruna dan masyarakat yang hadir.

Menurut Mudyat, ajang Pokar yang kini telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat tersebut bukan sekadar wadah adu ketangkasan atau kompetisi olahraga antardesa semata. Lebih dari itu, agenda tahunan ini memiliki fungsi fundamental sebagai sarana pembinaan karakter, tempat penggalian dan pengembangan potensi diri, hingga penguatan kapasitas kepemimpinan generasi muda melalui wadah organisasi Karang Taruna.

Atas dasar itu, ia berharap agenda Pokar dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan di masa-masa mendatang dengan kualitas tata kelola penyelenggaraan yang semakin profesional. Bahkan, ia mematok target agar pada pelaksanaan Pokar tahun kelima nanti, panitia dan pengurus Karang Taruna mampu menghadirkan berbagai terobosan inovasi serta pembaruan format acara agar dampak positifnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pokar ini merupakan salah satu kegiatan untuk pembinaan generasi muda. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir pemuda-pemuda yang memiliki potensi dan kelak menjadi pemimpin masa depan,” ujar Mudyat.

Melihat keberhasilan dan antusiasme peserta di Kecamatan Sepaku, Mudyat juga mendorong agar formula kegiatan produktif berbasis kemasyarakatan dan olahraga ini tidak hanya berhenti di satu wilayah. Pemerintah Kabupaten PPU mendorong agar agenda serupa dapat direplikasi, dikembangkan, dan dilaksanakan secara merata di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Di samping itu, Bupati PPU menggarisbawahi bahwa filosofi dan esensi utama dari kompetisi olahraga bukanlah sekadar mengejar piala atau meraih kemenangan akhir. Menurutnya, nilai tertinggi dari setiap turnamen adalah bagaimana para pemuda mampu menyemaikan semangat sportivitas, mempererat tali silaturahmi, serta mengukuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan lintas desa.

“Menang dan kalah itu hal biasa. Hal terpenting adalah bagaimana kita menjaga sportivitas dan persaudaraan. Masih ada kesempatan untuk kembali bertanding tahun depan,” tutur Mudyat berpesan.

Menatap arah kebijakan daerah ke depan, Mudyat mengingatkan kembali bahwa keberadaan IKN memberikan hamparan peluang yang sangat besar bagi warga lokal. Posisi Sepaku yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menuntut masyarakatnya untuk berbenah cepat. Kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui percepatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara menyeluruh.

Generasi muda lokal diminta siap menangkap pelbagai peluang yang terbuka lebar, baik pada sektor peningkatan ekonomi, interaksi sosial budaya, hingga keterlibatan teknis dalam berbagai bidang pembangunan infrastruktur dan pendukungnya. Peningkatan kualitas SDM tersebut harus menyasar seluruh tingkatan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberian akses yang setara untuk peningkatan keterampilan, penguatan kapasitas diri, dan uji kompetensi mutlak diperlukan agar generasi muda PPU memiliki daya saing tinggi untuk berkontribusi secara nyata.

Hal tak kalah penting yang turut ditekankan Mudyat adalah kewajiban menciptakan iklim hubungan yang harmonis dan sinergis antara warga Kecamatan Sepaku dengan Otorita IKN. Ia menekankan bahwa proses transformasi kawasan menuju ibu kota baru tidak boleh memicu kesenjangan sosial maupun menciptakan sekat pemisah antara warga setempat dengan jajaran penyelenggara pemerintahan IKN.

Ia menyadari masih terdapat dinamika dan persoalan sosial di lapangan yang memerlukan perhatian bersama. Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi yang intensif serta sinergi yang solid antarpemangku kepentingan agar masyarakat dapat beradaptasi secara mulus terhadap perubahan era, sekaligus memetik manfaat nyata dari pesatnya pembangunan IKN.

Menutup sambutannya pada malam puncak Pokar 2026, Mudyat berharap agar momentum pembinaan kepemudaan melalui jalur olahraga dan aktivitas positif dapat terus diperkokoh. Dengan pembinaan yang konsisten, para pemuda PPU diharapkan tidak hanya tangguh secara keterampilan dan kaya akan kreativitas, tetapi juga memiliki integritas karakter, semangat persatuan yang mengakar, serta kesiapan penuh dalam menghadapi peradaban baru pembangunan daerah.

“Ajang Pokar ini tentunya dapat terus berlanjut dengan penyelenggaraan yang semakin baik sehingga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan Kabupaten PPU dan Ibu Kota Nusantara,” pungkas Mudyat.

(Adv131/diskominfoppu/PROKOPIM.SETDAKAB.PPU/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *