desain sukseskan kukar idaman terbaik

Tampung Hampir 30 Siswa dari Tiga Wilayah Kukar, SMPN 28 Loa Buah Masih Kekurangan Dua RKB

whatsapp image 2026 08 12 at 19.46.57
Komisi IV DPRD Samarinda saat meninjau kondisi SMPN 28 Loa Buah. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Hampir 30 siswa dari tiga wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) memilih bersekolah di SMP Negeri 28 Loa Buah, Samarinda. Kedekatan akses membuat sekolah di kawasan perbatasan itu menjadi pilihan warga Loa Gagak, Jalan RKR, dan Sungai Pimping.

Namun, di tengah kebutuhan pendidikan dari dua wilayah tersebut, SMPN 28 Loa Buah masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Sekolah dengan 455 siswa itu masih menggunakan dua ruangan yang sebelumnya bukan diperuntukkan sebagai ruang kelas.

Kepala SMPN 28 Loa Buah, Agus, mengatakan dua ruangan tersebut hanya mampu menampung sekitar 24 siswa. Sementara jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) mencapai 34 orang pada tahun ajaran berjalan dan 36 orang pada tahun sebelumnya.

“Yang kita usulkan salah satunya penambahan RKB. Ada dua kelas kita yang kapasitasnya hanya mampu menampung siswa 24 orang, yang seharusnya bisa menampung 32 orang,” kata Agus.

Kondisi itu membuat sekolah mengusulkan pembangunan dua ruang kelas baru (RKB). Dengan adanya ruang tambahan, dua ruangan yang saat ini difungsikan sebagai kelas dapat dikembalikan untuk kebutuhan lain, termasuk laboratorium maupun ruang pendukung sekolah.

Kebutuhan tersebut juga tidak lepas dari posisi SMPN 28 sebagai sekolah di kawasan perbatasan. Selain siswa dari Loa Buah, sekolah ini menerima warga dari wilayah Kukar yang secara akses lebih dekat menuju Samarinda.

Agus menjelaskan, siswa dari Loa Gagak, RKR, dan Sungai Pimping harus menempuh perjalanan lebih panjang jika bersekolah di wilayah Kukar. Sebagian di antaranya bahkan harus menggunakan beberapa moda transportasi dan menyeberangi sungai.

“Kalau mereka sekolah di Kukar, tiga kali transportasi yang harus mereka lalui. Terutama dari rumah, menyeberang, kemudian naik kendaraan lagi,” ujarnya.

Meski menerima siswa dari wilayah Kukar, Agus memastikan penerimaan tetap mengikuti sistem domisili berdasarkan jarak. Artinya, warga yang tinggal paling dekat dengan sekolah tetap berada pada urutan prioritas dalam proses penerimaan.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMPN 28 mendapat kuota 180 siswa dan menerima sekitar 170 pendaftar. Tahun ini kuotanya 136 siswa, dengan jumlah siswa kelas VII yang kini mencapai 134 orang.

Di sisi lain, usulan dua RKB masih perlu mempertimbangkan kondisi kawasan sekolah. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronny Pasie, mengatakan pihaknya menemukan aliran air dari kawasan bukit di belakang sekolah yang masuk hingga halaman.

Menurut Novan, persoalan tersebut perlu ditangani sebelum pembangunan ruang baru dilakukan. Sebab, bangunan tambahan harus tetap aman dari potensi aliran air.

“Drainase di belakang bukit itu cukup mengganggu, aliran airnya masuk sampai ke halaman sekolah. Itu yang kita minta didorong segera dibuatkan usulannya dan akan kita sampaikan ke OPD terkait, dalam hal ini PUPR,” ujar Novan.

Untuk pembangunan RKB, kata Novan, sumber anggaran tidak harus berasal dari APBD Kota Samarinda. Pemerintah dapat mengupayakan bantuan keuangan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Meski demikian, pembangunan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Novan menyebut pembahasan rancangan akhir anggaran 2027 telah berjalan, sehingga apabila usulan tersebut masuk dalam tahapan berikutnya, realisasinya paling cepat diperkirakan pada 2028.

“Kebutuhannya tidak mendesak, tapi normatifnya harus ada. Istilahnya belajar mengajar tetap jalan dengan jumlah 455 siswa itu tetap jalan,” pungkas Novan. (mell)

whatsapp image 2026 08 12 at 19.46.57 (1)
Salah satu kondisi bangunan SMPN 28 Loa Buah yang diusulkan untuk dibangun gedung baru. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *